Mewaspadai Varian Baru Covid-19, Pemerintah Perketat Pintu Masuk Negara

  • Bagikan
ILUSTARSI- Varian Mu. FOTO: Ist/Lingkar.co
ILUSTARSI- Varian Mu. FOTO: Ist/Lingkar.co

JAKARTA, Lingkar.co – Pemerintah memperketat tata laksana di pintu masuk negara Indonesia bagi pendatang dari luar negeri.

Para pelaku perjalanan luar negeri dilakukan pemeriksaan sequencing untuk mengantisipasi masuknya varian baru virus Covid-19 ke Indonesia, termasuk varian Mu.

Mengingat saat ini, Indonesia menempati peringkat keenam dunia sebagai negara yang warganya paling banyak mendapatkan vaksinasi covid-19, setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brasil dan Jepang.

Pemerintah juga memantau pelaku perjalanan luar negeri, seperti WNI yang baru kembali dari Kolombia dan Ekuador.

Pemantauan juga berlaku bagi WNI maupun WNA yang datang dari negara-negara yang mengumumkan telah ada penyebaran varian Mu.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmidzi, mengatakan, mutasi virus SARS-CoV-2 semakin mudah, ketika seseorang yang terpapar melakukan aktivitas perjalanan yang tinggi.

“Semakin banyak infeksi juga akan menyebabkan semakin mudah virus Covid-19 bermutasi,” ucapnya, dalam konferensi pers virtual, Jumat (10/9/2021).

Karenanya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus-menerus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pengawasan di pintu-pintu masuk Indonesia.

Kemenkes juga memantau semua varian yang muncul, seperti varian of concern (VOC) yaitu varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Selain itu, varian of Interest (VOI) seperti varian Eta, Theta, Iota, Kappa, Lambda, Mu, termasuk juga varian lokal yang Muncul di Indonesia.

”Kami juga melakukan pemantauan terhadap varian Mu yang saat ini menyebar di 46 negara,” kata Nadia.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan petugas di pintu masuk negara dan menyusun berbagai kebijakan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya varian yang dikatakan memiliki potensi kebal terhadap vaksin,” sambungnya.

Ia meminta masyarakat Indonesia tetap disiplin protokol kesehatan, walaupun telah ada pelonggaran aktivitas masyarakat. Dan segera vaksin.

Gus Yasin Minta Pembaruan Data Kemiskinan, Galakkan Program Satu Desa Binaan Satu OPD

BELUM TERDETEKSI DI INDONESIA

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menegaskan, berdasarkan hasil whole genome sequencing (WGS) per 6 September 2021, varian Mu tidak ditemukan di Indonesia.

Ia pun menegaskan, pemerintah senantiasa berupaya mencegah masuknya varian baru dari luar Indonesia.

“Upaya pencegahan tersebut, melalui pengetatan kebijakan karantina internasional, entry dan exit testing, serta persyaratan vaksin,” ucapnya, dalam keterangan pres virtual, Selasa (7/9/2021).

Ia menjelaskan VOI merupakan varian yang mengalami perubahan pada susunan genetikanya dan dapat mempengaruhi karakteristik virus.

Dan saat ini, kata Prof. Wiku, karakteristik varian Mu masih diteliti terkait tingkat risiko penularannya dan kekuatannya.

“Indikasi karakteristik varian Mu, seperti lebih ganas dari varian delta atau bisa menghindari kekebalan tubuh, masih berupa perkiraan dan masih terus diteliti lebih dalam,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah berupaya mencegah munculnya varian baru di dalam negeri melalui strategi vaksinasi, serta melalui berbagai kebijakan menyeluruh yang mampu menekan angka kasus.

“Tentunya hal ini dapat berhasil jika dibarengi peran aktif masyarakat yang tetap mempertahankan disiplin 3M dan sudah divaksinasi,” pungkasnya.

VARIAN MU

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, telah menetapkan varian Mu atau B.162.1 sebagai varian yang diamati atau varian of interest (VOI) per 30 Agustus 2021. varian Mu pertama kali diteMukan di Colombia

VOI merupakan varian yang mengalami perubahan pada susunan genetikanya dan dapat mempengaruhi karakteristik virus.

Dan saat ini karakteristik varian Mu masih diteliti terkait tingkat risiko penularannya dan kekuatannya.

Varian Mu memiliki resisten terhadap vaksin Covid-19. Namun, hingga saat ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia.

“Di sekitar kita varian ini belum terdeteksi,” kata Wamenkes RI, dr. Dante Saksono Harbuwono, dalam konferensi pers melalui kanal Youtube Setpres, Senin (6/9/2021).

“Kita sudah melakukan genom sekuensing terhadap 7 ribuan orang di Indonesia dan belum terdeteksi varian tersebut. Mudah-Mudahan varian Mu ini akan abortif,” lanjutnya

Kendati demikian kata dr. Dante, masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gelombang ketiga Covid-19, apabila masyarakat tidak patuh protokol Kesehatan.

Menurutnya, semakin banyak kasus Covid-19 berkembang dan semakin lama pandemi ini berlangsung, maka virus itu akan melakukan modifikasi dan melakukan mutasi.

Varian Mu ini terjadi secara konteks laboratorium bukan dalam konteks epidemiologi.

“Varian MU itu mempunyai resistansi terhadap kondisi vaksin, tetapi penyebarannya tidak hebat seperti penularan dari varian Delta,” kata dr. Dante.*

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!