Musim Hujan, 30 Persen Ruas Jalan Kabupaten di Rembang Rusak Berat

  • Bagikan
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo. (MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo. (MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)

REMBANG, Lingkar.co – Memasuki musim penghujan banyak ruas jalan di Kabupaten Rembang yang mengalami kerusakan. Dari total 620 kilometer ruas jalan, 30 persen diantaranya mengalami rusak berat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Nugroho Tri Hutomo di kantornya, Rabu (3/2/2021).

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Nugroho mengungkapkan, bahwa Intensitas hujan yang cukup tinggi, kemudian ditambah lalu lintas yang cukup padat menyebabkan banyak ruas jalan di kabupaten Rembang mengalami kerusakan.

Ia pun memaparkan banyak ruas jalan di Rembang itu umurnya tidak sesuai dengan yang diperkirakan.

“Misalnya jalan-jalan yang diperkirakan lima tahun lagi baru mengalami kerusakan, namun saat ini ternyata sudah mengalami kerusakan,” jelasnya.

Tampak jalan kabupaten di Desa Sridadi, Kecamatan Rembang kota alami rusak berat. (MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)
Tampak jalan kabupaten di Desa Sridadi, Kecamatan Rembang kota alami rusak berat. (MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)

Pihaknya pun telah melakukan perbaikan, namun saat ini hasilnya tidak bisa optimal. Pasalnya saat ini sedang memasuki musim penghujan. Jadi jalan yang telah dilakukan perbaikan akhirnya kembali mengalami kerusakan.

“Dari akhir tahun sampai saat ini, kita selalu bergerak untuk melakukan perbaikan, akan tetapi perbaikan di saat musim penghujan itu ternyata tidak optimal. Kita perbaiki ya dalam hitungan nggak sampai bulan, dalam hitungan minggu itu kembali menjadi rusak lagi, karena kondisinya hampir setiap hari itu hujan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, saat ini yang dilakukan oleh DPUTARU adalah melakukan perbaikan, yang sifatnya hanya sementara. Perbaikan yang dilakukan tidak bersifat permanen, hanya sekedar agar pengguna jalan tidak merasa terganggu. 

“Jika dari masyarakat ada yang komplen perbaikan kok hanya sebatas ini saja, nggak bisa penuh, karena memang seperti kita itu membuang uang itu. Kita lakukan pengaspalan kemudian rusak lagi, itu tidak optimal. Itu yang terjadi saat ini,” terangnya.

Saat ini, pihaknya memberlakukan skala prioritas dalam melakukan perbaikan.

Jalan-jalan yang diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan saat ini adalah yang termasuk dalam kategori jalan utama dan jalan kabupaten. Selebihnya yang tidak masuk dalam kategori tersebut sementara belum dapat diperbaiki.

“Jadi kita mohon maaf jika ada yang terlewat. Kita harus skala prioritas, skala pentahapan. Artinya kita tidak bisa langsung kita selesaikan di awal tahun ini. Kita bergerak seluruh kapasitas yang ada kita kerahkan. Soal hasil kita faham jika masih ada keluhan-keluhan dari masyarakat,” ujarnya. (lam/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.