Ngobrol Bareng Ganjar Mahfud, Komika Sindir: MK Bisa Dipengaruhi MD Tidak

Ngobrol Bareng Ganjar Mahfud, Komika Sindir: MK Bisa Dipengaruhi MD Tidak. Foto: istimewa

Lingkar.co – Kontroversi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait batasan usia minimal capres dan cawapres, mendapat sindiran dari para komika. Akbar salah satunya, menyebut MK bisa dipengaruhi, tapi MD tidak bisa.

“Saya yakin pasangan Ganjar Mahfud itu bisa memajukan Indonesia lebih cepat. Karena tidak bisa dipengaruhi. Yang bisa dipengaruhi itu kan MK, kalau MD tidak bisa,” ucap Akbar.

Isu yang sedang panas di kalangan masyarakat dan elit politik dibahas dengan renyah bersama pasangan bakal Capres Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan para komika.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

Ganjar Mahfud datang ke acara Canda Politik yang digelar di Kala Kafe M-Bloc Jakarta, Senin (23/10/2023). Keduanya bertemu para komika, antara lain Cak Lontong, Cing Abdel, Akbar, Denny Chandra, Aziz Doa Ibu, Butet Kertaradjasa dan lainnya.

Meski yang diobrolkan seputaran politik, namun suasananya terasa menyenangkan. Tidak ada tegangan diantara mereka. Politik yang biasanya diobrolkan secara serius, diobrolkan dengan ringan dan penuh canda. Kritik pedas terasa lucu, ketika disampaikan dengan bahasa satir penuh kiasan.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Ada juga sindiran Cak Lontong yang bercerita bahawa dirinya tak pernah membawa serta anaknya dalam bekerja. Sebab, dia bukan termasuk bapak yang memaksakan anaknya untuk bekerja sesuai keinginannya.

Png-20230831-120408-0000

“Wah, saya tahu maksud Cak Lontong nih, Cak Lontong nggak pengen kan seperti bapak-bapak yang lagi viral, memaksakan anaknya,” timpal Cing Abdel disambut tawa dan tepuk tangan para peserta.

Namun, tak hanya guyon semata. Ada juga obrolan serius yang dibahas pada sore itu. Budayawan Butet Kertaradjasa misalnya. Ia meminta agar Ganjar dan Mahfud serius mengurus industri kreatif, khususnya kebudayaan. Ia mengusulkan agar Ganjar Mahfud membuat kementerian khusus yang menangani kebudayaan.

“Sekarang itu, kementeriannya mengurusi empat bidang, ya pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi. Kan jadi aneh. Bagaimana kebudayaan kita bisa maju,” ucap Butet.

“Betul Pak, apa lagi kementerian yang mengurusi empat bidang itu, sekarang menterinya nggak bergerak sama sekali. Nah diem (Nadiem),” timpal Akbar disambut tawa ger-geran.

Acara itu juga menjadi ajang penyampaian ide gagasan Ganjar dan Mahfud di hadapan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab, banyak anak muda yang bertanya soal ekonomi kreatif, pendidikan, lapangan kerja, investasi dan lainnya. Ada juga yang agak serius terkait penegakan hukum di Indonesia.

Ganjar dan Mahfud bergantian menjawab pertanyaan itu dengan santai namun gamblang. Soal ekonomi kreatif misalnya, Ganjar Mahfud sepakat untuk mengembangkan salah satu potensi terbesar bagi ekonomi di Indonesia itu.

Kebijakan, regulasi, pendampingan, sarana prasarana serta akses modal harus diberikan agar pelaku ekonomi kreatif Indonesia bisa maju.

Ekonomi kreatif, menurut Ganjar seperti langit tanpa batas, sumur tanpa dasar. Ruangnya besar dan perlu didorong, diberi pendampingan, fasilitas dan infrastruktur penting dibuatkan.

Creative Hub juga perlu dibangun sebanyak mungkin untuk menampung ide dan gagasan anak muda Indonesia yang bergerak di ekonomi kreatif.

“Saya senang sekali bisa bertemu para komika, budayawan, artis, seniman dan anak-anak muda kreatif ini. Kita bisa ngobrol asyik dan menghadapi situasi terkini dengan menyenangkan,” ucap Ganjar.

Ganjar menegaskan, bahwa politik itu tidak melulu tegang. Seperti perkembangan situasi politik saat ini, banyak orang marah, ngambek dan mengumpat.

“Maka saya senang, sore ini kita bisa bergembira, mendengarkan para komika dan ngobrol asyik. Ini cara kami juga mengapresiasi teman-teman seniman, budayawan dan pelaku industri kreatif yang punya potensi luar biasa. Sangat menghibur,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *