Nyepi Berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri, Pemkab Jombang Beri Perhatian Serius

Rapat koordinasi Bupati dengan Forkopimda, Forkopimcam dan tokoh masyarakat lintas agama di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Kamis (12/3/2026) pagi.
Rapat koordinasi Bupati dengan Forkopimda, Forkopimcam dan tokoh masyarakat lintas agama di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Kamis (12/3/2026) pagi. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan perhatian serius terhadap hari raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri 1447 Hijriyah.

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin mengatakan pihaknya memberikan perhatian khusus pada penguatan toleransi dan harmoni antarumat beragama mengingat irisan waktu pada dua hari raya tersebut

“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah. Mengingat Idul Fitri 1447 H berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sebagaimana arahan Bapak Bupati menekankan pentingnya menjaga harmoni dan toleransi,” kata Gus Salman mewakili Bupati Warsubi memimpin rapat koordinasi dengan Forkopimda, Forkopimcam dan tokoh masyarakat lintas agamadi Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Kamis (12/3/2026) pagi.

Pertemuan ini bertujuan untuk mematangkan strategi cipta kondisi guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kerukunan masyarakat

“Kita harus memastikan seluruh umat beragama di Jombang dapat beribadah dengan khusyuk dan saling menghormati,” sambungnya.

Dalam hal pengamanan, Gus Salman meminta adanya sinergi yang kuat antara Dishub, Satpol PP, TNI-Polri, hingga relawan seperti Banser dan Senkom. Fokus pengamanan akan ditempatkan pada titik rawan macet seperti Mojoagung dan Bandarkedungmulyo.

“Pos Pelayanan (Posyan) tidak hanya untuk pengaturan lalu lintas, tapi juga menyediakan layanan kesehatan gratis, bengkel darurat, dan informasi jalur alternatif bagi pemudik,” jelasnya

Sementara itu, untuk malam takbiran, Bupati Jombang, melalui Gus Salman mengimbau masyarakat untuk merayakannya secara khidmat.

“Takbiran dipusatkan di masjid atau mushalla. Kami melarang penggunaan sound horeg di kendaraan serta takbir keliling menggunakan motor di jalur protokol demi menjaga ketertiban umum”, tuturnya.

Selain itu, dirinya juga menginstruksikan Satgas Pangan dan TPID untuk melakukan pemantauan intensif di pasar tradisional seperti Pasar Pon dan Citra Niaga, serta gudang BULOG. .

Fokus utama adalah memastikan ketersediaan Bahan Pokok Penting (Bapokting) seperti beras SPHP, Minyakita, dan gula dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Terkait ketersediaan Bapokting dan BBM, lanjutnya, Pemerintah telah memastikan aman. Untuk itu Salmanudin meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi borong berlebihan yang dapat memicu ketidakstabilan harga.

“Sebagaimana disampaikan Kepala Bulog bahwa stok pangan di Jombang, mulai dari beras, minyak goreng, hingga gula, dalam kondisi aman dan mencukupi hingga pasca-Lebaran,” urainya.

“Oleh karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying atau belanja berlebihan termasuk BBM. Belanjalah sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata dan harga di pasar tetap stabil,” tegasnya.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemkab Jombang menegaskan kewajiban perusahaan untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh paling lambat H-7 lebaran.

Hal ini sesuai dengan SE Menaker No. M/3/HK.04.00/III/2026, di mana Disnaker Jombang telah menyiagakan Posko Satgas Ketenagakerjaan untuk melayani konsultasi dan pengaduan pekerja.

“Sesuai regulasi, THR wajib dibayar penuh dan paling lambat H-7. Melalui Disnaker telah menyiagakan Posko Satgas Ketenagakerjaan untuk memastikan hak-hak pekerja di Jombang terpenuhi tanpa kendala,” pungkasnya. (*)