Ombudsman Jateng Soroti Penanganan Jalan Rusak

  • Bagikan
Siti Farida, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng (ISTIMEWA)
Siti Farida, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng (ISTIMEWA)

SEMARANG, Lingkar.co- Ombudsman RI Perwakilan Jawa Tengah (Jateng) menyoroti penanganan jalan rusak di wilayah Jawa Tengah. Pasalnya, kondisi jalan rusak menyebabkan masyarakar mengalami kerugian materiil dan non materiil.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jateng Siti Farida menekankan, pentingnya peringatan dini jika ada jalanan yang rusak. Peringatan yang dimaksudkan berupa rambu-rambu lalu lintas, bisa berupa lampu maupun pilox di sekitar jalan yang rusak.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

”Yang paling penting sekarang bagaimana sistem peringatan dini dilakukan sehingga tidak ada kecelakaan, kita harus zero korban, ini tidak ada toleransi kalau sampai ada korban,” ujar Siti Farida.

Siti Farida menegaskan, jika masih terdapat korban akibat hal ini maka harus ada tanggapan dan responsibilitas yang lebih. Misalnya dengan meningkatkan sistem peringatan terkait jalan yang rusak. 

Ia juga mengatakan, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pengaduan atau laporan kepada Ombudsman yang nantinya akan ditindaklanjuti. Kalau terbukti terjadi kerugian moril atau materiil, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap aduan tersebut.

“Ada effort positif dari pemprov terkait hal ini juga dengan meningkatkan anggaran infrastruktur untuk perbaikan dan perawatan jalan. Jika mau ditambahkan lebih baik, tapi yang lebih penting itu perencanaan. Perencanaan ini menyangkut seperti kualitas dan kapan pengerjaannya ini kan juga sangat penting,” ujarnya.

Siti Farida mengatakan, pihak terkait perlu memikirkan konstruksi jalan yang tahan terhadap iklim di Jateng sendiri. Sebagai negara dengan iklim tropis yang hanya memiliki dua musim, pihak terkait harus mempersiapkan konstruksi yang kuat jika masuk ke musim penghujan seperti ini.

Ia juga menegaskan untuk kondisi jalan yang memungkinkan bisa segera dilakukan upaya perbaikan dan perawatan. Namun untuk kondisi lokasi yang belum memungkinkan, harus menunggu situasi normal untuk dilakukan perawatan.

“Untuk kedepannya, konstruksi jalan untuk kondisi geografis yang memang rawan genangan seperti ini harusnya sudah dipersiapkan yang sesuai dengan iklim kita,” pungkasnya. (nda/one)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.