PBB Kecam Serangan Terhadap Media Afghanistan

  • Bagikan
pbb-kecam-serangan-terhadap-media-afghanistan

KABUL, Lingkar – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam serangan terhadap wartawan dan aktivis hak asasi manusia Afghanistan. Peristiwa itu terjadi pada saat dialog sangat dibutuhkan di tengah pembicaraan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung dua dekade.

Menurut Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons, warga Afghanistan membutuhkan ruang sipil yang terus berkembang. Ruang yang mana, orang-orang dapat berpikir, menulis, dan menyuarakan pandangan mereka secara terbuka, tanpa rasa takut.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Suara pembela hak asasi manusia dan media sangat penting bagi masyarakat yang terbuka dan layak,” kata Lyons.

Tercatat serangan pada rentang waktu 1 Januari 2018 hingga 31 Januari 2021, sebanyak 65 pembela hak asasi manusia (HAM) dan profesional wartawan tewas, Lima aktivis HAM dan enam wartawan Afghanistan tewas dalam empat bulan setelah permulaan perundingan damai di Doha pada September tahun lalu.

Taliban, yang memerintah Afghanistan dari tahun 1996 hingga 2001, berusaha untuk menggulingkan pemerintah yang dengan dukungan Barat di Kabul. Pihak Taliban juga memberlakukan kembali pemerintahan Islam.

Namun, militan ISIS juga beroperasi di Afghanistan, dan pejabat pemerintah mengatakan mereka memiliki hubungan dengan Taliban. Tetapi, Taliban membantah tuduhan itu.

Badan mata-mata Afghanistan mengatakan, pihaknya membongkar dua sel dalam sepekan terakhir di Kabul yang bekerja sama antara ISIS dan jaringan Haqqani yang terkait dengan Taliban. Mereka bertanggung jawab atas pembunuhan pejabat dan aktivis serta serangan roket di ibu kota.

Pemerintah Afghanistan dan militan Taliban memulai pembicaraan damai di Doha pada September 2020. Tetapi sebagian besar perundingan terhenti. Sementara itu, Amerika Serikat sedang meninjau kesepakatan yang memungkinkan tentara Barat meninggalkan Afghanistan pada Mei mendatang. (ara/dim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.