Pedagang di Rembang Keluhkan Kenaikan Restribusi Pasar di Tengah Pandemi

Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat blusukan ke pasar di Rembang, baru-baru ini. (SALAM/LINGKAR.CO)
Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat blusukan ke pasar di Rembang, baru-baru ini. (SALAM/LINGKAR.CO)

REMBANG, Lingkar.co – Sejumlah pedagang pasar di Rembang mengeluhkan, terjadinya kenaikan restribusi pasar yang memberatkan di tengah masa pandemi.

Ketua Paguyuban Persatuan Pedagang Pasar Rembang (PPPR), mengatakan, dengan adanya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Rembang, kondisi pasar menjadi sangat memprihatinkan.

“Adanya pemberlakuan batas jam operasional pasar, apalagi dengan penutupan pasar setiap seminggu sekali yaitu hari Jumat, hal tersebut membuat pedagang mengalami penurunan omzet dan kesulitan untuk mendapatkan keuntungan akibat sepinya pasar, omzet sudah turun kenapa masih menaikkan retribusinya, kami sebagai pedagang keberatan dengan kebijakan itu,” ungkapnya.

Muhtadi berharap, agar kenaikan restribusi pasar ini dapat ada pengkajian ulang. Melihat kondisi yang pedagang pasar alami saat ini mengalami penurunan omzet pemasukan, bahkan beberapa mengalami kerugian.

“Kami berharap terkait kebijakan kenaikan retribusi pasar tersebut bisa ada kajian ulang, dengan melihat kondisi pasar seperti sekarang ini. Ke depan kami dari paguyuban akan melayangkan surat keberatan kepada Pemkab Rembang,” imbuhnya. (lam/aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.