Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Batang memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas LPG 3 kilogram di dalam kondisi aman hingga saat libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga selama masa arus mudik dan libur Lebaran.
“Alhamdulillah, setelah kita berkoordinasi dengan Pertamina, stoknya aman, termasuk BBM,” katanya saat ditemui usai kegiatan di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, ketersediaan BBM di Kabupaten Batang saat ini ditopang oleh 21 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di jalur Pantura serta dua SPBU yang berada di rest area jalan tol.
Menurutnya, dengan jaringan SPBU tersebut, kebutuhan BBM masyarakat maupun pemudik yang melintas di wilayah Batang dapat tercukupi dengan baik.
“Di Pantura ada 21 SPBU, kemudian di rest area ada dua. Jadi untuk pasokan sudah memadai dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Batang. Selain memastikan ketersediaan stok, pihaknya juga meminta Pertamina agar tetap menjaga kelancaran distribusi BBM, termasuk pada masa libur nasional dan cuti bersama Lebaran,” jelasnya.
“Kami juga meminta kepada Pertamina agar pengiriman tidak berhenti meskipun pada hari libur atau tanggal merah. Distribusi harus tetap berjalan” jelasnya.
Terkait kemungkinan pembatasan pembelian BBM untuk mengantisipasi antrean di SPBU, Wahyu menyebut hingga saat ini belum ada kebijakan pembatasan karena kondisi di lapangan masih relatif aman.
“Sampai saat ini belum ada pembatasan pembelian BBM. Kondisi juga belum mencapai puncak arus mudik, sehingga masih relatif aman dan belum terjadi antrean panjang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun di beberapa SPBU terdapat antrean kendaraan, namun secara umum kebutuhan BBM masyarakat masih dapat terpenuhi.
“Pemerintah Kabupaten Batang bersama Pertamina akan terus memantau perkembangan kebutuhan energi di lapangan guna memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap stabil selama periode Lebaran 2026,” ujarnya. (*)








