Lingkar.co – Gelombang unjuk rasa yang melanda berbagai daerah di Indonesia semakin memanas hingga menimbulkan korban jiwa serta kerugian harta benda. Kondisi ini membuat suasana di Kabupaten Kendal ikut mencekam, terlebih setelah beredar isu akan adanya aksi serupa. Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Kendal bersama TNI-Polri menutup akses jalan menuju Kantor Bupati Kendal dan menyiagakan petugas di lapangan.
Selain itu, mobil pemadam kebakaran, BPBD, serta ambulans juga disiagakan di area Kantor Bupati Kendal. TNI-Polri turut berjaga di sejumlah titik yang dianggap rawan menjadi sasaran massa pengunjuk rasa apabila aksi terjadi di Kendal.
Bupati Kendal, Diah Kartika Permana Sari, Minggu sore (31/8) menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di ruang Ngesti Widi. Dalam rapat tersebut, Bupati menekankan pentingnya menjaga kondusivitas lingkungan kerja masing-masing. Ia meminta agar ASN maupun warga Kendal tidak mudah terprovokasi untuk ikut dalam aksi tanpa memahami tujuan, yang justru bisa berujung ricuh.
Namun, suasana rapat sempat tertutup bagi media. Wartawan yang meliput dilarang merekam jalannya rapat oleh ajudan Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi.
Bupati Kendal juga menyampaikan keprihatinan terkait enam pelajar asal Kendal yang kini diamankan di Polda Jateng setelah diduga terlibat aksi anarkis di Semarang.
Sementara itu, Wakil Bupati Kendal meminta kepala dinas dan OPD aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kegiatan positif seperti bazar pangan murah, pengajian, maupun sholawatan, agar keresahan masyarakat bisa diredam.
Polres Kendal juga ikut bergerak dengan memantau aktivitas media sosial. Polisi bahkan telah memanggil sejumlah admin akun yang diduga menyebarkan provokasi terkait aksi unjuk rasa.
Di sisi lain, keresahan juga dirasakan para pelaku usaha di Kendal. Salah satu warga, Muh Tasin, mengaku was-was jika sewaktu-waktu terjadi aksi unjuk rasa. Ia khawatir usahanya merugi, baik saat menutup toko maupun ketika tetap membuka dengan risiko penjarahan.
Dengan berbagai langkah antisipasi ini, Pemkab Kendal berharap situasi tetap aman dan kondusif, meskipun aksi unjuk rasa anarkis masih marak terjadi di berbagai wilayah Indonesia. (*)
Penulis: Yoedhi W