Pemkot Magelang Dampingi Keluarga Ali Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet

Ayah korban, Dhani Rusman saat ikut dalam operasi pencarian putranya di Gunung Slamet, Pemalang. Foto: istimewa
Ayah korban, Dhani Rusman saat ikut dalam operasi pencarian putranya di Gunung Slamet, Pemalang. Foto: istimewa

Lingkar.co – Pemerintah Kota Magelang menunjukkan empati dalam mendampingi keluarga Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Kota Magelang yang dilaporkan hilang saat pendakian di Gunung Slamet, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Damar berujar, Pemkot Magelang telah membersamai keluarga survivor sejak dilaporkan hilang pada Sabtu 27 Desember 2025 lalu.

“Kami dari Pemkot Magelang terus membersamai keluarga, terus memantau perkembangan. Kami juga baru saja melakukan penggalangan dana. Ali adalah putra dari salah satu staf Pemkot Magelang,” ujar Damar dalam keterangan pers, Kamis (8/1/2026).

Ayah suvivor adalah Dhani Rusman, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang. Mereka warga Kramat Utara, Kecamatan Magelang Utara.

Damar menjelaskan, pemantauan dan koordinasi terus dilakukan meskipun secara prosedur operasi standar (SOP) pencarian dan penyelamatan berakhir. Pihaknya tetap memberikan perhatian dan dukungan moral kepada keluarga.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar diberikan yang terbaik. Walaupun SOP penyelamatan telah berakhir, kami tetap memantau,” imbuhnya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang, seluruh tim SAR, serta masyarakat di sekitar Gunung Slamet yang telah berupaya maksimal dalam pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pemalang dan masyarakat sekitar Gunung Slamet yang dengan tulus membantu melakukan pencarian,” ucapnya.

Terkait donasi yang terkumpul, Damar menyatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan logistik dan dukungan lainnya bagi upaya pencarian lanjutan.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menambahkan sejak hari pertama kejadian, berbagai bantuan telah disalurkan kepada keluarga dan tim di lapangan.

“Sejak hari pertama, bantuan dari PMI dan Basarnas sudah disalurkan, termasuk dukungan dari teman-teman seangkatan Mas Dani, ayah dari survivor. Hingga saat ini, warga dan tim SAR masih memiliki inisiatif untuk melanjutkan pencarian,” jelas Catur.

Ia menuturkan, meskipun pencarian lanjutan dilakukan secara mandiri, Pemkot Magelang tetap akan membantu kebutuhan logistik sebagai bentuk empati dan kepedulian.

“Walaupun tidak diminta, kami tetap membantu. Ini adalah wujud empati dan solidaritas kami kepada keluarga dan semua pihak yang masih berupaya mencari,” pungkasnya.

Kronologi

Safiya Ridan Ali Razan melakukan pendakian bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025). Keduanya merencanakan pendakian sistem tektok atau naik dan turun tanpa menginap.

Namun hingga Minggu malam, keduanya tidak kembali ke basecamp. Pengelola basecamp kemudian melakukan pengecekan jalur pendakian Gunung Slamet.

Pada Senin (29/12/2025) pagi, tim basecamp menemukan Himawan di sekitar Pos 9 atau sekitar 100 meter dari puncak Gunung Slamet. Saat ditemukan, Himawan dalam kondisi lemas dan mengalami cidera kaki.

Himawan kemudian dievakuasi ke basecamp untuk mendapatkan perawatan medis. Berdasarkan keterangannya kepada tim SAR, rekannya sempat turun lebih dahulu untuk mencari bantuan.