Pemkot Magelang Dampingi Keluarga Ali Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet

Ayah korban, Dhani Rusman saat ikut dalam operasi pencarian putranya di Gunung Slamet, Pemalang. Foto: istimewa
Ayah korban, Dhani Rusman saat ikut dalam operasi pencarian putranya di Gunung Slamet, Pemalang. Foto: istimewa

Dalam proses pencarian, Basarnas memberikan izin khusus kepada ayah kandung korban, Dhani Rusman, untuk ikut serta dalam tim pencarian. Mengingat cuaca di sekitar Gunung Slamet terpantau cukup cerah, pihak keluarga berharap kehadiran mereka dapat mempercepat proses penemuan

Basarnas Semarang kembali memperpanjang operasi pencarian selama dua hari. Jika tidak ada tanda-tanda keberadaan penyintas, pencarian akan dihentikan pada Rabu (7/1/2026).

Sedikitnya 70 personel gabungan yang terdiri atas tim inti dan relawan berkualifikasi khusus untuk menyisir lereng gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.

Staf Basarnas Semarang, Handika Hengki, menjelaskan bahwa proses pencarian dimulai sejak Selasa (6/1/2026) pagi. Meskipun antusiasme relawan sangat tinggi mencapai 120 orang, namun hanya 70 orang yang lolos setelah melalui seleksi ketat.

Tiga tim diarahkan untuk melakukan penyisiran dari Pos 3 hingga Pos 5 ke arah bawah. Sementara itu, tim lainnya difokuskan melakukan penyapuan (sweeping) di area puncak aliran air yang merupakan batas vegetasi, tepatnya di perbatasan jalur Baturaden, Kabupaten Banyumas.

Lokasi tersebut dipilih merujuk pada kesaksian Himawan, rekan mendaki Syafiq. Sebelum mereka terpisah, Syafiq dikabarkan mengalami kram otot yang cukup parah sehingga menghambat perjalanannya dan pad akhirnya tersesat. (*)