Pemkot Semarang Butuh Rp 2,5 Triliun untuk Realisasikan Pengolahan Sampah Jadi Listrik

  • Bagikan
Sejumlah warga melakukan penyortiran sampah di TPA Jatibarang, Kota Semarang belum lama ini.(KORAN LINGKAR JATENG/ANTARA)
Sejumlah warga melakukan penyortiran sampah di TPA Jatibarang, Kota Semarang belum lama ini.(KORAN LINGKAR JATENG/ANTARA)

SEMARANG, Lingkar.co– Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah membutuhkan dana Rp 2,5 triliun guna realisasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Rencananya, pelaksanaan program tersebut di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, nilai investasi untuk proyek PSEL mencapai Rp 2,5 triliun. Sedangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendukung realisasi PSEL Jatibarang dengan menganggarkan Rp100 miliar untuk tipping fee.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Teralisasinya proyek dengan nilai investasi hingga Rp2,5 triliun ini. Harapannya bisa mengatasi persoalan sampah di Kota Semarang dan Indonesia pada umumnya,” tutupnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan, lelang investasi proyek PSEL Jatibarang, terlaksana di tahun 2021. Menurutnya, saat ini sedang dalam tahap pembahasan dengan pihak terkait.

“Lelang ditargetkan dapat dilakukan pada triwulan kedua tahun ini,” kata walikota yang akrab diapa Hendi, Selasa (2/2/2021).

Menurutnya, PSEL Jatibarang mendesak untuk segera terealisasi mengingat volume sampah di Ibu Kota Jawa Tengah ini yang semakin meningkat. Ia menyebut, rata-rata 1.300 ton sampah di Kota Semarang setiap harinya.

Selain itu, lanjut Hendi, PSEL Jatibarang tersebut juga termasuk dalam proyek strategis nasional. “Sebagai bentuk dukungan terhadap realisasi proyek tersebut, kata dia, pemkot bersama DPRD Kota Semarang juga menyiapkan peraturan daerah serta penganggaran,” paparnya.(ris/lut)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.