Pemkot Semarang Lampaui Target Investasi 2025, Tembus Rp11,1 Triliun

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Diah Supatiningtias. (dok Istimewa)
Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Diah Supatiningtias. (dok Istimewa)

Lingkar.co – Pemerintah Kota Semarang berhasil melampaui target investasi tahun 2025 meski berada di tengah persaingan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah sekitar.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), realisasi investasi Kota Semarang pada 2025 mencapai Rp11 triliun 147 miliar atau 101,34 persen dari target Rp11 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Diah Supatiningtias, menyebut capaian tersebut menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp9,8 triliun, terjadi kenaikan hampir Rp2 triliun. Ini capaian yang menurut saya luar biasa,” ujarnya, Rabu (4/2/2026).

Ia mengakui, tantangan investasi di Kota Semarang tidak ringan. Wilayah sekitar seperti Kabupaten Kendal memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan berbagai insentif dari pemerintah pusat.

“Dari sisi industri, kita memang dikepung kawasan industri yang memiliki keunggulan lebih. Karena itu, Semarang mendorong pengembangan dari sektor perdagangan dan jasa,” jelasnya.

Strategi tersebut dinilai efektif. Pertumbuhan hotel, pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga sektor hiburan terus menunjukkan tren positif.

Bahkan dalam waktu dekat, dua pusat perbelanjaan baru direncanakan beroperasi, yakni Pakuwon Mall Semarang dan Mall 23 Marina.

“Banyak hotel tumbuh, kawasan perdagangan juga berkembang. Ini menandakan investor masih sangat tertarik dengan Kota Semarang,” katanya.

Selain pertumbuhan sektor jasa, kemudahan perizinan juga menjadi daya tarik utama. Seluruh proses kini dilakukan secara daring tanpa tatap muka dengan persyaratan yang lebih sederhana.

“Perizinan yang mudah tentu membuat investor lebih nyaman dan percaya diri menanamkan modalnya di Semarang,” tegas Diah.

DPMPTSP juga aktif menawarkan potensi dan aset daerah melalui forum bisnis internasional tahunan. Sejumlah aset strategis seperti Plaza Simpang Lima, Lapangan Golf Manyaran dan Gombel, hingga Taman Lele masuk dalam penjajakan investasi.

“Untuk penjajakan aset, saat ini sudah ada lebih dari empat investor yang tertarik. Namun prosesnya masih tahap awal dan harus mengikuti aturan pengelolaan barang milik daerah,” ujarnya.

Terkait target investasi 2026, Diah menyebut belum ada penetapan resmi dari pemerintah pusat. Namun dalam dokumen RPJMD, target Kota Semarang berada di kisaran Rp9,9 triliun.

“Melihat capaian 2025 yang sudah menembus Rp11 triliun, kami optimistis target 2026 kembali bisa terlampaui,” pungkasnya. ***