Pencarian Korban Terjatuh ke Sungai Bengawan Solo hingga Radius 6 Km

  • Bagikan
PANTAU: Sejumlah anggota SAR, Satpol PP dan kepolisian melihat situasi TKP korban di Sungai Bengawan Solo di bawah jembatan Ring road (15/2/2021). (PUJOKO/KORAN LINGKAR JATENG)
PANTAU: Sejumlah anggota SAR, Satpol PP dan kepolisian melihat situasi TKP korban di Sungai Bengawan Solo di bawah jembatan Ring road (15/2/2021). (PUJOKO/KORAN LINGKAR JATENG)

KARANGANYAR, Lingkar.co – Tim SAR gabungan melakukan penyisiran terhadap Sulardi (50) yang terjatuh ke Sungai Bengawan Solo dari jembatan Ring road Jaten, Minggu (14/2/2021) sore. Sementara itu, tim penolong menyiapkan satu pos pemantau lagi di Bojonegoro untuk mengantisipasi perkembangan.

Koordinator Basarnas Pos Solo Arief Sugiyarto menerangkan, sebanyak 100 personel gabungan melakukan pencarian hingga radius sekitar 6 kilometer ke arah utara.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Penyisiran dari bawah Jembatan Ring road tepatnya di Dusun Dalon, Desa Sroyo Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar hingga memasuki wilayah Kabupaten Sragen. Tim menyisir sepanjang aliran sungai menggunakan perahu LCR.

Dalam upaya pencarian korban, menurut Arif, ada penambahan satu pos pantau lagi di Bojonegoro. Rencana sebelumnya hanya ada 4 pos pantau.

Lima pos pantau tersebut berada pos Ngelo di Jembatan Jokowi, pos Sari, pos Gawan dan pos Sapen Sragen dan pos di Bojonegoro, Jawa Timur dengan pos induk di TKP.“Awalnya ada 4 tambah satu jadi 5. Di Bojonegoro kita siapkan, di Ngawi juga sudah ada,” kata Arief, Senin (15/2/2021).

Arif menjelaskan, adanya tambahan pos pantau di wilayah Bojonegoro mengingat kejadian orang hanyut di Kecamatan Gondangrejo beberapa bulan lalu yang ditemukan di wilayah Bojonegoro.

Lanjut Arief, karena sudah masuk aliran utama Sungai Bengawan Solo, pencarian dengan metode penjaringan tidak akan efektif karena arus cukup deras. Sehingga pencarian dengan cara susur sungai baik di sisi kanan dan kiri menggunakan perahu karet.

“Kita belajar dari pengalaman yang dulu di Gondangrejo, itu 40 jam sudah sampai di Bojonegoro,” ucap Arief.

Arief mengungkapkan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan Sulardi. Penyisiran hingga nanti sore untuk kemudian evaluasi guna menentukan langkah selanjutnya.

“Standar pencarian 7 hari. Kalau memang belum ketemu kita evaluasi. Kalau misal setelah 7 hari ada tanda-tanda keberadaan korban, tentu kita akan perpanjang,” jelas Arief.

Sebelumnya, Sulardi yang merupakan PNS terjatuh ke Sungai Bengawan Solo dari Jembatan Ring road Jaten, Kamis (14/2/2021). Penjaga SDN 3 Jetis itu semula mengendarai sepeda motor bersama istri dan anaknya dari arah barat. Sesampainya di atas Jembatan Ring road sebelah utara di sisi timur, Sulardi merasa mual dan ingin muntah. Diduga saat melihat ke bawah jembatan, korban terpeleset hingga jatuh ke Sungai Bengawan Solo.(jok/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.