Lingkar.co – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum (Asda 3), Wawan Ruhyat, dalam sambutannya menegaskan, peringatan Hari Tuli Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial. Namun lebih dari itu, menjadi momen krusial untuk membangun kesadaran kolektif pembangunan yang inklusif.
Bupati menegaskan, tuli sebagai bagian dari penyandang disabilitas adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat yang memiliki martabat dan kesempatan yang sama. Penyandang disabilitas tuli juga berhak memiliki ruang untuk berkarya sesuai potensinya.
“Tema yang kita usung hari ini, ‘Hak dan Kesetaraan Tuli’, mengandung pesan yang sangat kuat. Akses komunikasi, informasi, lingkungan yang inklusif, bahasa isyarat, serta kesempatan kerja yang setara bukanlah sebuah pemberian atau belas kasihan, melainkan hak dasar setiap manusia,” ujar Wawan saat membacakan sambutan Bupati Herdiat dalam pembukaan Seminar Hari Tuli Nasional yang digelar di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026).
Wawan melanjutkan, hambatan yang sering dihadapi teman Tuli bukan terletak pada keterbatasan fisik mereka, melainkan pada lingkungan dan sistem yang belum sepenuhnya ramah.
Oleh karena itu, Pemkab Ciamis mengajak seluruh elemen, mulai dari dunia pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat luas, untuk mengubah paradigma dalam memandang teman Tuli yang bukan sebagai keterbatasan, melainkan sebagai potensi berharga yang dapat memperkaya pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Gerkatin Jawa Barat, Rosmayadi, menyoroti perjalanan panjang perjuangan hak-hak Tuli yang telah berlangsung selama 66 tahun sejak 1960.
Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena saat ini semakin banyak teman Tuli yang bangga dengan identitasnya dan aktif berkolaborasi dengan masyarakat dengar.
“Antara hak Tuli dengan hak dengar tidak boleh ada ketimpangan. Kami berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memberikan hak-hak yang setara, baik untuk Tuli maupun dengar” ungkap Rosmayadi.
Sebagai informasi, kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Ciamis
Adapun seminar, menghadirkan narasumber inspiratif, Phieter Angdika. Kehadiran Phieter, memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya kesetaraan akses dan hak-hak komunitas Tuli di Indonesia.
Selain seminar, acara juga dimeriahkan dengan sesi sosialisasi belajar bahasa isyarat yang diikuti oleh para peserta dengan antusias. Sesi ini bertujuan untuk menjembatani komunikasi antara teman Tuli dan masyarakat dengar, serta menghapus stigma bahwa berkomunikasi dengan Tuli adalah hal yang sulit.
Untuk mendukung kemandirian ekonomi komunitas, panitia juga menggelar Bazar UMKM di lokasi acara. Bazar ini menampilkan berbagai produk kreatif hasil karya teman Tuli dan pelaku usaha lokal.
Bazar menegaskan potensi besar yang dimiliki penyandang disabilitas dalam berkontribusi pada roda perekonomian daerah.
Acara Peringatan Hari Tuli Nasional ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan kebijakan dan tindakan nyata menuju Ciamis yang lebih ramah disabilitas. (*)








