PFOI Jateng Gandeng Ratanika Putri Semarang Kampanyekan Fisioterapi

  • Bagikan
Ketua Perhimpunan Fisioterapi Olahraga Indonesia (PFOI) Jawa Tengah, Geni Pangeran saat memberikan materi kepada atlet Ratanika Putri Semarang di Serambi Cafe Semarang, Rabu (30/3/2022). NURSEHA/LINGKAR.CO
Ketua Perhimpunan Fisioterapi Olahraga Indonesia (PFOI) Jawa Tengah, Geni Pangeran saat memberikan materi kepada atlet Ratanika Putri Semarang di Serambi Cafe Semarang, Rabu (30/3/2022). NURSEHA/LINGKAR.CO

SEMARANG, Lingkar.co – Perhimpunan Fisioterapi Olahraga Indonesia (PFOI) Jawa Tengah menggelar diskusi dan edukasi dengan Ratanika Putri Semarang. Geni Pangeran, Ketua PFOI Jateng mengatakan diskusi ini untuk mengedukasi atlet dalam perawatan cedera.

“Hari ini kami menggandeng Ratanika Putri untuk melakukan sosialisasi soal fisioterapi. Lebih ke tindakan preventif cedera dalam olahraga,” kata Geni kepada Lingkar.co, Rabu (30/3/2022).

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Baca Juga:

Sapu Bersih Laga, Tim Ratanika putri Semarang Juarai Ajang Trofeo

Lebih mendalam, Geni menjelaskan jika cedera dalam olahraga tak hanya selesai dengan pijat dan obat-obatan.

“Untuk peningkatan prestasi atlet, maintenance cedera harus dengan penanganan yang proporsional dan tepat. Cedera itu tak hanya selesai dengan dipijat, dibalsem atau minum obat kan?,” ungkap Geni.

Geni Pangeran berharap nantinya seluruh entitas olahraga di Jawa Tengah dapat memiliki standarisasi manajemen cedera yang baik melalui PFOI.

“Harapan kami, untuk meningkatkan prestasi olahraga seluruh klub atau instansi keolahragaan dapat bekerjasama dengan kami. Agar dapat meminimalisir hilangnya potensi atlet karena manajemen cedera yang kurang tepat,” pungkasnya.

Dr. Didi: Atlet Jangan Sampai Ketemu Saya

Sementara itu, dokter spesialis ortopedi dr. Didi Hertanto, Sp.OT menyatakan agar atlet dapat menghindari cedera serius.

“Atlet jangan sampai ketemu dengan saya. Kenapa? Kalau ketemu sama saya kan berarti harus ada tindakan dan pasti terjadi cedera serius,” katanya dalam diskusi tersebut.

Baca Juga:

PSIS Semarang Tahan Imbang Arema FC

Dr. Didi menambahkan, manajemen cedera harus dilakukan sejak dini terutama di olahraga yang menggunakan kelompok usia.

“Olahraga yang menggunakan pengelompokan usia harus sadar tentang hal ini (Fisioterapi dan manajemen cedera, red). Agar atlet dapat memberikan performa terbaiknya,” ujar dr. Didi.

Acara yang digelar di Serambi Cafe Semarang Rabu Sore tersebut terselenggara dengan hidmat dan lancar.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.