PGOT di Kudus Enggan Tempati Rumah Singgah yang Disediakan oleh Pemkab, Kenapa ?

  • Bagikan
Bangunan rumah singgah milik Dinas Sosial P3AP2 KB Kabupaten Kudus yang tampak kosong dan tidak berpenghuni. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR.CO)
Bangunan rumah singgah milik Dinas Sosial P3AP2 KB Kabupaten Kudus yang tampak kosong dan tidak berpenghuni. (NISA HAFIZHOTUS SYARIFA/LINGKAR.CO)

KUDUS, Lingkar.coDinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2 KB) Kabupaten Kudus, telah menyediakan Rumah Singgah bagi pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di Kudus.

Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial P3AP2 KB Kabupaten Kudus Endang Susilowati Pujirahayu mengatakan, banyak PGOT yang tidak mau tinggal di rumah singgah tersebut karena terkesan horor.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Ini gedung lama, jadi tidak ada yang mau menginap disana karena lama tidak dihuni dan agak menakutkan” tambahnya.

Sepanjang tahun 2020, pemerintah daerah telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 12 juta rupiah untuk gedung yang biasa disebut Shelter Loka Bina Karya (LBK).

Sedangkan, untuk tahun 2021, alokasi anggaran yang dikeluarkan meninkat menjadi Rp 30 Juta.

“Dana itu dialokasikan untuk kebutuhan petugas yang ada disana, serta untuk keperluan operasional seperti lampu,” jelasnya

Terletak di Jalan Raya Pati-Kudus di sebelah SMA 1 Jekulo, kondisi rumah singgah ini sendiri tampak kosong. Tidak ada penjaga maupun orang terlantar yang menghuni tempat tersebut.

Saat dilakukan pemantauan oleh Lingkar.co, kondisi gedung tersebut sudah tampak tidak terawat.

Halaman depan gedung ini bahkan digunakan sebagai tempat parkir motor dan mobil. Cat dinding bangunan yang ada di belakang pun mulai pudar dan sebagian pintu tampak sudah rusak.

Saat dikonfirmasi, Endang mengatakan,  kemungkinan kosong karena petugas yang berjaga saat itu sedang tidak berada ditempat.

 “Mungkin pas kesana, petugasnya sedang tidak berjaga,” ujar Endang saat ditemu Lingkar Jateg di kantornya. (isa/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.