Lingkar.co – Polresta Pati bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Juwana melakukan pemantauan distribusi logistik sekaligus mengecek kesiapan dapur umum bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (19/1/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bantuan dari pemerintah maupun masyarakat dapat tersalurkan dengan optimal.
Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi mengatakan, dapur umum yang dikelola Forkopimcam menjadi pusat pendistribusian logistik dan bantuan dari berbagai pihak.
“Kami dari Polresta Pati bersama Forkopimcam datang untuk memantau langsung pendistribusian logistik sekaligus mengecek kesiapan dapur umum yang dikelola Forkopimcam,” ujarnya.
Menurut Kapolresta, bantuan yang masuk berasal dari masyarakat Pati maupun dari luar daerah. Seluruh bantuan tersebut akan didistribusikan ke 19 desa terdampak banjir di Kecamatan Juwana.
“Bantuan dari masyarakat, baik dari Pati maupun luar Pati, akan kami distribusikan ke 19 desa yang terdampak banjir,” kata Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Banjir yang merendam wilayah Juwana diketahui memiliki ketinggian antara satu hingga satu setengah meter (100-150 cm). Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah akses terputus.
“Daerah terdampak di Juwana ini terendam dengan ketinggian sekitar satu sampai satu setengah meter,” jelasnya.
Untuk menjangkau wilayah yang terendam, pendistribusian bantuan dilakukan menggunakan perahu. Perahu tersebut berasal dari Polair Polresta Pati, BPBD, serta dibantu masyarakat nelayan setempat.
“Setiap hari kami mendistribusikan bantuan logistik menggunakan perahu agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ungkap Kapolresta.
Selain sebagai pusat logistik, lokasi tersebut juga difungsikan sebagai posko relawan, posko kesehatan, dan posko pendistribusian bantuan. Keberadaan posko kesehatan diharapkan dapat membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat banjir.
“Kami menyediakan posko kesehatan untuk melayani warga terdampak,” ujarnya.
Kapolresta Pati juga mengimbau warga agar tidak memaksakan diri tinggal di rumah apabila kondisi tidak memungkinkan.
“Kami menghimbau warga untuk menjaga kesehatan dan tidak memaksakan tinggal di rumah, karena situasi banjir ini belum diketahui kapan akan berakhir,” tegas Kombes Pol Jaka Wahyudi.
Di sisi lain, Polresta Pati turut melakukan patroli keamanan secara rutin untuk menjaga rumah-rumah warga yang ditinggalkan mengungsi. “Kami melakukan patroli untuk menjaga keamanan rumah para pengungsi agar masyarakat merasa aman,” pungkasnya.
Penulis: Husni Muso
