PPDI Menilai Alun-alun Pati Belum Ramah Kaum Disabilitas, Ini Sebabnya

  • Bagikan
RUANG TERBUKA HIJAU: Sejumlah warga tengah melintas di Alun-alun Simpang Lima Pati Senin (15/3/2021).(MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)
RUANG TERBUKA HIJAU: Sejumlah warga tengah melintas di Alun-alun Simpang Lima Pati Senin (15/3/2021).(MIFTAHUS SALAM/LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Pembangunan Alun-alun Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada 2019 lalu menghabiskan anggaran hingga Rp 8,8 miliar. Sayangnya, Kelompok disabilitas atau Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Pati menilai ruang terbuka hijau tersebut kurang ramah dengan kaum disabilitas.

Ketua PPDI Kabupaten Pati Suratno mengungkapkan, fasilitas publik di Kabupaten Pati belum mengakomodir 100 persen kebutuhan para disabilitas. Oleh karena itu, hal ini harus segera mendapat perhatian pemerintah

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Perlu pembenahan. Contoh nyata di Alun-alun, itu seharusnya ada untuk pegangan dan untuk jalur kursi roda. Saya kira perlu ada penambahan. Sebelah timur kan belum ada,” ujarnya.

Ia mengaku, kesulitan bila ingin masuk ke Alun-alun Pati. Terlebih jalur disabilitas ditutup dengan rantai untuk menghalangi masuknya pengendara motor roda dua. Hingga akhirnya membuatnya tidak bisa menikmati jalur disabilitas di Alun-alun Pati ini. 

“Saya mau ke sana tapi kok ada rantainya. Ya saya ndak jadi,” tuturnya

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Wisnu Wijayanto mengaku, fasilitas publik di Kabupaten Pati belum mengakomodir kebutuhan para penyandang disabilitas. Oleh karenanya, hal itu menjadi salah satu perhatian pemangku kebijakan untuk segera dapat mengatasi persoalan tersebut.

“Selama ini sarana prasarana belum sesuai dengan harapan (penyandang disabilitas, red),” tuturnya. 

Maka dari itu, pihaknya tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyandang Disabilitas. Ia berharap Raperda ini dapat memenuhi hak-hak kaum disabilitas.(lam/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.