PPKM Membuat Pedagang di Pasar Semarang Menjerit, Tetap Jualan Meski Sepi

Seorang pedagang telor asin dan rempah-rempah nampak menjajakan barang dagangannya sambil menunggu pembeli. (RISCA KRISDAYANTI/LINGKAR.CO)
Seorang pedagang telor asin dan rempah-rempah nampak menjajakan barang dagangannya sambil menunggu pembeli. (RISCA KRISDAYANTI/LINGKAR.CO)

SEMARANG, Lingkar.co Sejumlah pedagang di salah satu Pasar di Kota Semarang mengaku belum mengetahui adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang telah dilaksanakan sepekan ini. hal itu membuat pedagang kecil di pasar tradisional menjerit, lantaran pasar yang menjadi tempat mereka mencari nafkah sepi secara tiba-tiba.

Jumiyen misalnya. Salah satu penjual telor asin dan rempah-rempah di Pasar Bulu Semarang itu mengaku belum mengetahui adanya PPKM. “Saya kurang tau kalau ada PPKM. Saya jualannya biasanya pulang sebelum maghrib,” ungkapnya.

 Ia menambahkan, beberapa hari ini tidak banyak pembeli yang datang. Selain itu, harga beli yang saat ini sudah mahal, ditambah lagi dengan adanya PPKM yang baru diketahuinya, dirasa amat membebani.

“Hari ini cuma ada tiga pembeli, biasanya juga hanya lima sampai enam pembeli, sangat sepi. Pernah telor saya tidak laku sama sekali dan akhirnya saya berikan kepada orang-orang,” tuturnya.

Di sisi lain, Juki (67), salah satu pedagang kelapa yang juga berjualan di pasar yang sama juga mengaku belum mengetahui adanya PPKM. “Saya tidak tau kalau ada PPKM. Saya jualan masih 24 jam disini, karena tempat tinggal saya juga disini,” jelasnya. Ia berharap, pemerintah tidak perlu memberlakukan PPKM karena dapat mengurangi pemasukan pedagang apalagi di masa pandemi seperti ini. “Ya saya harap gausah lah ada PPKM, kasian kami yang jualan nanti barang dagangannya ga banyak yang laku,” tutupnya. (ris/dim/aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.