PT Laksana Gelar Uji Guling Bus Standar UN ECE R66, Tegaskan Komitmen Keselamatan

Uji guling (roll over test) sesuai standar UN ECE R66 milik PT Laksana. (dok Alan Henry)
Uji guling (roll over test) sesuai standar UN ECE R66 milik PT Laksana. (dok Alan Henry)

Lingkar.co – PT Laksana Bus Manufaktur menyelenggarakan uji guling (roll over test) sesuai standar UN ECE R66 di fasilitas produksinya di Ungaran, Jawa Tengah. Pengujian ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mengutamakan keselamatan penumpang, kekuatan struktur bodi, serta kepatuhan terhadap regulasi keselamatan internasional.

Uji guling UN ECE R66 merupakan salah satu standar keselamatan paling krusial dalam industri kendaraan penumpang. Pengujian ini bertujuan untuk menilai kemampuan struktur bodi bus dalam mempertahankan ruang aman penumpang (survival space) ketika terjadi kondisi terguling.

Evaluasi dilakukan terhadap rangka utama, pilar samping, struktur atap, titik sambungan antar elemen bodi, hingga kemampuan struktur menyerap dan mendistribusikan energi benturan tanpa menimbulkan deformasi berlebih.

Direktur Teknik PT Laksana Bus Manufaktur, Stefan Arman, menegaskan bahwa uji guling bukan sekadar formalitas pemenuhan standar, melainkan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan pengguna kendaraan.

“Uji guling ini bukan hanya soal memenuhi regulasi, tetapi memastikan bahwa struktur bodi benar-benar mampu melindungi penumpang dalam kondisi kecelakaan paling ekstrem. Keselamatan harus dibuktikan melalui pengujian nyata, bukan hanya perhitungan di atas kertas,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Laksana tercatat sebagai pionir karoseri Indonesia yang melakukan uji guling bus ukuran besar 12 meter sesuai standar UN ECE R66 pada tahun 2018. Pengujian tersebut merupakan yang pertama dilakukan di Indonesia, bahkan sebelum adanya kewajiban regulasi setara di tingkat nasional. Langkah ini menegaskan komitmen Laksana dalam menghadirkan standar keselamatan global ke industri karoseri dalam negeri.

Pada pengujian kali ini, Laksana memfokuskan uji guling pada kendaraan angkutan personel tambang Manhauler seri Warrior. Kendaraan ini dirancang untuk beroperasi di lingkungan pertambangan dengan medan ekstrem dan tingkat risiko tinggi, sehingga membutuhkan struktur bodi yang sangat kokoh dan stabil.

“Manhauler Warrior dirancang khusus untuk kondisi kerja tambang yang memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi. Melalui uji guling UN ECE R66, kami memastikan ruang aman penumpang tetap terjaga dan perlindungan maksimal dapat diberikan sebelum kendaraan digunakan di lapangan,” jelas Stefan.

Kegiatan pengujian ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor, Balai Pengelola Transportasi Darat Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, serta unsur akademisi.

Stefan berharap inisiatif yang dilakukan PT Laksana dapat mendorong peningkatan standar keselamatan di industri karoseri nasional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa industri karoseri dalam negeri mampu memenuhi bahkan melampaui standar keselamatan global demi perlindungan pengguna transportasi,” pungkasnya. ***