Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah mendirikan 267 Posko Mudik di berbagai wilayah Jawa Tengah untuk melayani masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026,
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti pada Senin (16/3/2026) malam saat menghadiri pembukaan posko di Kecamatan Tugu, Kota Semarang mengaku takjub.
Menurut Agustina, kehadiran ratusan posko mudik tersebut menunjukkan kuatnya tradisi pelayanan yang selama ini menjadi ciri khas para aktivis Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor. Semangat untuk melayani dan memanusiakan manusia, kata dia, tercermin dari kesungguhan para kader Ansor dan Banser dalam menyediakan fasilitas bagi para pemudik.
Ia mengapresiasi dedikasi para relawan yang bersedia mengabdi selama masa mudik Lebaran. Posko mudik yang didirikan mulai beroperasi pada 16 hingga 21 Maret 2026 dengan berbagai layanan bagi para pengguna jalan yang melintas di Jawa Tengah.
Agustina juga berharap keberadaan posko mudik tersebut dapat melibatkan berbagai unsur kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), agar dapat bergotong royong dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik. Menurutnya, pembagian tugas harian kepada para relawan akan membantu kelancaran operasional posko selama masa mudik.
Ia menegaskan bahwa posko mudik memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik, tetapi juga sebagai pusat pelayanan dan pengamanan yang membantu mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Posko mudik menjadi salah satu fasilitas yang banyak dicari pemudik, baik mereka yang sedang menuju kampung halaman maupun yang kembali ke kota tempat mereka bekerja. Fungsinya sangat penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan,” ujar Agustina.
Meski demikian, ia juga mengingatkan para relawan agar tetap memperhatikan keluarga masing-masing selama menjalankan tugas di posko mudik. Menurutnya, sebagai bagian dari organisasi, tanggung jawab terhadap keluarga tetap harus dijaga di tengah kesibukan melayani masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, posko mudik tersebut menyediakan berbagai fasilitas sederhana namun bermanfaat bagi pemudik, seperti tempat transit, tenda istirahat, serta area parkir. Fasilitas yang tersedia juga dapat memanfaatkan sarana di lingkungan sekitar, termasuk kantor kelurahan atau kecamatan, guna membantu para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.
Sementara itu, pemerintah memprediksi arus mudik tahun ini kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan operator jalan tol, jumlah pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah diperkirakan meningkat sekitar satu persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di ruas tol Kalikangkung, misalnya, diperkirakan sekitar 17 juta pemudik akan melintas dalam kurun waktu tujuh hari masa mudik. Kondisi tersebut dipastikan akan membuat Kota Semarang menjadi salah satu titik pergerakan utama pemudik.
Agustina menilai kondisi tersebut juga memberi peluang bagi para pemudik yang singgah untuk mengenal lebih jauh Kota Semarang, baik dengan beristirahat, berjalan-jalan, maupun mencari berbagai kebutuhan perjalanan.
Untuk mendukung kelancaran arus informasi bagi pemudik, Pemerintah Kota Semarang juga meluncurkan laman khusus bernama “Info Mudik Lebaran dan Menjelang Idul Fitri di Kota Semarang”. Melalui laman tersebut, pemudik dapat mengakses berbagai informasi penting, mulai dari layanan kepolisian, lokasi stasiun pengisian bahan bakar, restoran, tempat oleh-oleh, hingga bengkel yang tetap buka selama Lebaran.
“Semua informasi itu terhubung dengan peta digital sehingga memudahkan pemudik menemukan layanan yang mereka butuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat bersama jajaran kepolisian, TNI, dan berbagai instansi terkait telah menyiapkan berbagai skema pengamanan dan manajemen lalu lintas untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini, termasuk rekayasa lalu lintas seperti sistem buka tutup jalan dan one way di sejumlah jalur utama.
Menurut Agustina, seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan telah berkomitmen untuk tetap siaga selama masa mudik hingga arus balik selesai, demi memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar. (*)
Penulis: Husni Muso








