Rekrutmen ASN PPPK, Kemendikbudristek Beri Kesempatan Tiga Kali Tes Bagi Guru Honorer

  • Bagikan

SURAKARTA, Lingkar.co – Masa pandemi Covid-19 tidak menjadi halangan untuk terus bekerja, termasuk menjalankan proses rekrutmen guru ASN PPPK.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, berkesempatan meninjau pelaksanaan tes ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMK Negeri 6 Surakarta, Jateng, Senin (13/9/2021).

Bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Menteri Nadiem, menyapa para guru honorer yang telah melaksanakan tes ASN PPPK.

“Selamat Bapak/Ibu, akhirnya tidak perlu lagi antre untuk mengikuti tes seleksi ASN PPPK,” ucap Menteri Nadiem.
 
“Semoga Bapak/Ibu bisa berhasil dan lulus menjadi ASN PPPK,” lanjutnya.

Mengutip siaran pers dari Kemendikbudristek, Selasa (14/9/2021), Menteri Nadiem, mengingatkan, bagi para peserta yang belum lulus, diberikan kesempatan untuk mengikuti tes sebanyak tiga kali.

“Kami (Kemendikbudristek) memiliki program Guru Belajar dan Guru Berbagi  khusus seri belajar mandiri guru ASN PPPK. Bapak/Ibu bisa memanfaatkan program ini agar bisa mempersiapkan diri mengikuti seleksinya kembali,” ucapnya.

Program ini bertujuan untuk memberikan fasilitasi kepada calon pendaftar ASN PPPK yang terdiri dari materi, perangkat, latihan soal, community learning serta try out.
 
Kepada para guru honorer yang berusia 35 tahun ke atas, kata Menteri Nadiem, pemerintah memberikan nilai afirmasi sebesar 15 persen.

Hal itu sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah mengabdi sebagai guru selama bertahun-tahun.

“Dengan adanya program ini, pemerintah membantu bapak/ibu guru honorer yang telah mengabdi di sekolahnya selama bertahun-tahun dan sudah melewati batas usia persyaratan ujian seleksi CPNS,” ujarnya.

Baca Juga:
Peneliti RCMG Yakin Kementan Telah Antisipasi Dampak Banjir dan Kekeringan bagi Petani

MEMBANTU GURU HONORER
 
Seorang guru honorer di SDN Serengan 1 Surakarta, Ayu, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas diselenggarakannya seleksi ASN PPPK.

“Terima kasih banyak atas perhatiannya untuk kami,” ucapnya kepada Menteri Nadiem.

Menurutnya, dengan adanya tes seleksi ASN PPPK, sangat membantu para guru honorer untuk berkesempatan menjadi ASN.

“Kami diberikan kesempatan untuk menjadi ASN, khususnya dengan adanya afirmasi 15 persen bagi yang sudah lama menjadi guru, kami sangat terbantu sekali,” ujar Ayu.

Sebagai informasi, seleksi guru ASN PPPK merupakan bagian dari upaya menyediakan kesempatan yang adil dan bersih, demokratis terhadap guru honorer yang memiliki kompetensi baik.

Terkait mekanisme pelaksanaanya, peran kementerian/lembaga dalam seleksi PPPK diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 28 Tahun 2021, tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021.
 
Dalam peraturan tersebut, mekanismenya sudah diatur termasuk Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) pengadaan ASN yang diketuai oleh Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Tujuan adanya Panselnas adalah menjamin objektivitas pengadaan ASN PPPK.

Dalam pengadaan ASN PPPK, ujian kompetensi menjadi wewenang Kemendikbudristek.

Pada akhir tinjauannya Mendikbudristek mengapresiasi Wali Kota Solo, beserta jajarannya yang telah menyelenggarakan seleksi guru ASN PPPK dengan lancar dan dengan protokol kesehatan yang baik.***

Penulis : M. Rain Daling

Editor : M Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!