Saham Jepang Ditutup Tinggi, Indeks Nikkei Naik 1,46 Persen

  • Bagikan
Ilustrasi: Seorang pria yang mengenakan masker pelindung, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), berdiri di depan sebuah papan elektonik yang menunjukkan indeks saham Nikkei di luar sebuah perusahaan pialang di Tokyo, Jepang . IST/LINGKAR.CO
Ilustrasi: Seorang pria yang mengenakan masker pelindung, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), berdiri di depan sebuah papan elektonik yang menunjukkan indeks saham Nikkei di luar sebuah perusahaan pialang di Tokyo, Jepang . IST/LINGKAR.CO

TOKYO, Lingkar.co – Saham-saham Jepang berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis (14/10/2021). Saham teknologi kelas berat memimpin yang mengikuti kenaikan di Nasdaq. Dengan pembuat peralatan chip Tokyo Electron memberikan dorongan terbesar untuk Nikkei.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) melonjak 1,46 persen atau 410,65 poin menjadi menetap di 28.550,93 poin.

Sedangkan, indeks Topix yang lebih luas terangkat 0,67 persen atau 13,14 poin menjadi 1.986,97 poin.

Semalam Indeks Nasdaq dan S&P 500 naik setelah Federal Reserve (Fed). Mereka mengisyaratkan akan mulai mengurangi dukungan era krisis untuk ekonomi AS, yang meningkatkan harapan pemulihan.

Namun kekhawatiran atas inflasi bertahan dan mengirim imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan lebih rendah.

Baca Juga:
Ketemu Dubes Australia, Kang Emil: Jabar Tempat Favorit Investor

“Pasar tetap sadar tentang suku bunga AS karena mereka mempengaruhi pertumbuhan saham AS, yang mempengaruhi kelas berat Nikkei,” kata Kepala Analis Pasar Ekuitas Tokai Tokyo Research Institute, Seiichi Suzuki.

Tokyo Electron mengangkat Nikkei paling banyak dengan melonjak 5,18 persen, sementara rekannya Advantest meningkat 3,83 persen.

Pembuat peralatan medis Olympus dan Terumo masing-masing terangkat 3,19 persen dan 1,77 persen.

Saham restoran kasual menguat di tengah harapan pembukaan kembali ekonomi, dengan Saizeriya melesat 12,99 persen dan Yoshinoya Holdings melonjak 9,42 persen.

Melawan tren, pembuat perangkat medis Jepang PHC Holdings merosot lebih dari 10 persen pada debut pasarnya.

Meskipun mereka telah menetapkan harga sahamnya di bawah kisaran yang telah mereka targetkan.

Sektor jasa pengiriman dan penyuling minyak memimpin penurunan di antara 33 sub-indeks industri bursa, masing-masing jatuh 3,93 persen dan 2,27 persen.

Ada 136 saham naik pada Indeks Nikkei dibanding 85 saham yang turun.

Volume saham yang diperdagangkan di papan utama Bursa Efek Tokyo mencapai 1,15 miliar, dibandingkan dengan rata-rata 1,32 miliar dalam 30 hari terakhir.

Penulis: Reuters

Editor: Muhammad Nurseha

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!