Sarif Abdillah Tegaskan Ruh Berpolitik Adalah Kemanusiaan dan Kerakyatan

Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah saat pembukaan Muscab PKB Kota Semarang pada Rabu (15/4/2206) di hotel Pandanaran. Foto: Rifqi Lingkar.co
Ketua DPW PKB Jawa Tengah, Sarif Abdillah saat pembukaan Muscab PKB Kota Semarang pada Rabu (15/4/2206) di hotel Pandanaran. Foto: Rifqi Lingkar.co

Lingkar.co – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Sarif Abdillah berpesan, berpolitik harus mengedepankan kemanusiaan dan kerakyatan. Oleh karena itu ia menegaskan bahwa PKB sebagai partai politik memiliki visi kemanusiaan, dan visi kerakyatan sebagai ruh dalam pergerakan.

“Kemanusiaan dan kerakyatan inilah landasan kita dalam berpolitik. Jangan sampai mati ruhnya itu,” kata Sarif saat dikonfirmasi disela Muscab PKB Kota Semarang di hotel Pandanaran, Rabu (15/4/2026) petang.
.
Ia menjelaskan, seorang pemimpin harus memberikan manfaat yang jelas bagi rakyat. Sejalan dengan hal itu, nurani kemanusiaan harus ditanamkan dalam diri kader, baik partai politik maupun organisasi kemasyarakatan (Ormas). Sebab, dengan begitu bisa ikut merasakan nikmat dan derita masyarakat.

“Spiritnya adalah kemanusiaan dan kerakyatan. Ini yang akan kita terus jaga, kita uri-uri, kita sampaikan terus berulang-ulang supaya tertanam kuat dalam diri kader, kalau istilah hp itu di-charger” tandasnya.

“Karena kan manusia itu tempatnya salah dan lupa, mahallul khatta’ wa nisyan. Jdi harus diingatkan terus dalam forum-forum, apalagi kayak Muscab gini,” sambungnya.

Sedangkan pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi merupakan bagian dari sunnatullah atau hukum alam yang mana segala sesuatu ada masanya atau waktunya.

“Kalau sebuah komunitas atu organisasi tidak mempersiapkan regenerasi dengan baik, berbasis pengetahuan, spiritualitas, ideologi, akan runtuh,” urainya.

Hal itu, lanjutnya, tidak hanya berlaku pada negara dan organisasi politik. Sebab, ormas dan organisasi sosial membangun basis secara kolektif dari pemahaman dan gerakan nasionalisme, termasuk PKB beserta Badan Otonom (Banom) seperti Garda Bangsa, Perempuan Bangsa dan sebagainya.

Ia jelaskan, kaderisasi di partai berlambang bola dunia meliputi kaderisasi formal dengan berbagai tingkat sekolah partai dan non formal seperti magang dan mentoring sehingga banyak terlibat pada berbagai suksesi.

Menurut dia, kondisi peremajaan PKB yang banyak diisi oleh generasi muda merupakan komitmen Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar.

“PKB adalah partai masa depan, harus berbenah sejak dini. Nanti ke depan generasi muda ini akan kita dorong untuk menjadi pemimpin,” pungkasnya. (*)