Sekolah Politik PPP Menampilkan Wajah Baru Politik Islam

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa saat membuka Sekolah Politik di Bogor, Kamis (4/8/2022). Sekolah Politik ini bertujuan untuk memperkuat ideologi pimpinan partai di tingkat kabupaten/kota. IDRIS/LINGKAR.CO
Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa saat membuka Sekolah Politik di Bogor, Kamis (4/8/2022). Sekolah Politik ini bertujuan untuk memperkuat ideologi pimpinan partai di tingkat kabupaten/kota. IDRIS/LINGKAR.CO

JAKARTA, Lingkar.co – Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menggelar Sekolah Politik untuk para Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP.

Sekolah politik tersebut akan di gelar di Bogor pada tanggal 4-6 Agustus 2022. Konsolidasi pemikiran ini dimaksudkan memperkuat ideologi pimpinan partai di tingkat Kabupaten/Kota.

Baca Juga :
Penerimaan Sampah TPA Temurejo Meningkat, Bukti Masyarakat Blora Peduli Kebersihan

Ketua Umum DPP PPP, Suharso Monoarfa dalam sambutannya menjelaskan bahwa partai politik sejatinya merupakan “pohon kekuasaan”.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Apabila suatu pohon itu tumbang, maka runtuhlah harapan-harapan masyarakat yang ingin di perjuangan oleh partai politik tersebut” katanya.

Karenanya, Suharso Monoarfa mengajak seluruh pimpinan dan kader partai untuk tidak lengah dan terus memperkuat PPP. Sebagai partai politik yang telah memiliki cita-cita besarnya dalam memperjuangkan aspirasi umat.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Lebih lanjut, Menteri Bappenas tersebut mengingatkan kepada peserta Sekolah Politik untuk menampilkan politik yang kreatif dan berbeda dengan partai politik lainnya.

Png-20230831-120408-0000

Karena PPP punya sejarah yang hebat (fusi 4 partai politik Islam) dan memiliki riwayat keilmuan yang jelas kepada Rosulullah Muhammad SAW.

Sebagai contoh, Fraksi PPP DPR RI yang kala itu menjadi inisiator RUU Pesantren hingga kemudian di sahkan menjadi UU tahun 2019 karena keinginan PPP agar pesantren di akui oleh negara.

Suharso Monoarfa juga menjelaskan mengenai dinamika yang muncul di beberapa daerah menujukkan bahwa PPP masih di perebutkan banyak pihak.

PPP masih menarik di mata publik. Karenanya ada juga meras terancam dengan kebesaran PPP. Karenanya, kader mestinya bangga menjadi bagian dari PPP.

Penulis : Muhammad Idris

Editor : Muhammad Nurseha

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *