Seorang Pemancing Tewas Tenggelam di Sungai Palelesan Talun Pati

EVAKUASI: Tim BPBD beserta warga sedang mengevakuasi mayat korban tenggelam di Sungai Palelesan (anak Sungai Silugonggo), Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Minggu (24/5). (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)
EVAKUASI: Tim BPBD beserta warga sedang mengevakuasi mayat korban tenggelam di Sungai Palelesan (anak Sungai Silugonggo), Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Minggu (24/5). (ISTIMEWA/LINGKAR.CO)

PATI, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Seorang pemancing asal Desa Kayen, Kecamatan Kayen tewas tenggelam di Sungai Palelesan (anak Sungai Silugonggo), Desa Talun, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Minggu (24/5).

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Budi Mulyawan, membenarkan hal tersebut.

Budi mengungkapkan bahwa korban tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (23/5) siang kemarin.

Baca juga:
Pasar Sukolilo Pati Terbakar

Hal ini membuat warga dan beberapa rekannya mencari namun tidak kunjung ditemukan sehingga mereka lapor ke pihak yang berwajib. Sehingga pihaknya pada sore harinya ikut mencari.

“Jadi warga ini kemarin mancing jam 13.30 WIB siang tenggelam, dicari sama warga tetapi ndak ketemu terus lapor. Pada sore harinya tim dari kepolisan, BPBD, dan tim relawan kita mencari,” ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa pencarian di hentikan pada malam hari lantaran kondisi gelap. Kemudian pihak BPBD melanjutkan pencarian pada Senin (24/5) esok harinya.

Png-20230831-120408-0000

Baca juga:
Konsleting Listrik Jadi Penyebab Terbakarnya 50 Kios di Pasar KUD Sukolilo Pati

Malam Hari Pencarian Terhenti Karena Kurangnya Cahaya

“Pada malam harinya kami hentikan. Tapi dari warga masih mencari. Terus pada pagi tadi kita cari kembali bersama warga,” tuturnya.

Setelah melakukan pencarian beberapa jam, tim relawan, BPBD dan warga berhasil menemukan jasad yang diduga korban yang mengapung tak jauh dari tempat tenggelamnya korban. Sekitar 100 meter dari tempat kejadian.

“Dan ditemukan di pertigaan pertemuan air  pada jam 8 pagi pas. Kondisi korban masih utuh, cuma agak mengelambung terkena banyak air. Korban di makamkan di kediaman istrinya di Desa Talun,” imbuhnya.

Baca juga:
Keraton Ratu Boko Tawarkan Paket Piknik Eksklusif

Sementara itu, salah satu teman korban, Endro menuturkan bahwa sebetulnya korban termasuk orang yang bisa berenang.

“Dulu pas banjir besar bisa renang dan nyebrang kog mas. Malah kawan saya yang satu ndak bisa berenang itu,” ungkapnya.

Ia, mengenang korban yang tewas tenggelam tersebut sebagai kawan yang bersolidaritas tinggi. “Rokok satu kami join ber tiga,” pungkas Endro. (lam/luh)

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *