Site icon Lingkar.co

Sepanjang Tahun 2025, Perhutani KPH Purwodadi Tanam 55.858 Bibit Pohon di Wilayah Hutan Seluas 119,1 hektar

Sepanjang Tahun 2025, Perhutani KPH Purwodadi Tanam 55.858 Bibit Pohon di Wilayah Hutan Seluas 119,1 hektar

Sepanjang Tahun 2025, Perhutani KPH Purwodadi Tanam 55.858 Bibit Pohon di Wilayah Hutan Seluas 119,1 hektar. Foto: dokumentasi

Lingkar.co – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi melakukan kegiatan penanaman sebanyak 55.858 bibit pohon di wilayah hutan seluas 119,1 hektar sepanjang tahun 2025.

Program pelestarian ini menjadi langkah nyata Perhutani dalam memastikan keberlanjutan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, sumber ekonomi, dan penopang keseimbangan lingkungan.

Administratur KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, menegaskan bahwa kegiatan penanaman ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud tanggung jawab Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang.

“Penanaman sebanyak 55.858 bibit pohon jati dan rimba di areal seluas 119,1 hektar ini merupakan bukti nyata komitmen Perhutani KPH Purwodadi dalam menjaga kelestarian hutan,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (27/12/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan penanaman dilaksanakan secara bertahap di sejumlah wilayah kerja KPH Purwodadi dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran internal Perhutani hingga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai mitra dalam pengelolaan hutan lestari.

Sejalan dengan hal itu, jenis tanaman yang ditanam disesuaikan dengan kondisi tapak dan rencana pengelolaan hutan jangka panjang guna menjamin keberhasilan pertumbuhan tanaman.

“Hutan yang lestari menjadi fondasi bagi keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong pengelolaan hutan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Untoro.

Pemeliharaan Berkelanjutan

Senada, Kepala Seksi Pembinaan Sumber Daya Hutan KPH Purwodadi, Triana Wahyu W, menjelaskan bahwa keberhasilan kegiatan penanaman sangat bergantung pada perencanaan yang matang, pemeliharaan berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat sekitar hutan.

Penanaman ini dilaksanakan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari penyiapan lahan, pemilihan bibit berkualitas, hingga pemeliharaan tanaman. Selanjutnya, peran aktif masyarakat desa hutan melalui LMDH menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

“Keterlibatan LMDH sangat penting karena masyarakat berada di sekitar kawasan hutan dan menjadi garda terdepan dalam menjaga tanaman agar tumbuh optimal,” jelas Triana.

Ketua LMDH Tanjungharjo Manunggal, Supadi, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung setiap program Perhutani demi kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sebagai masyarakat desa hutan merasa memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga hutan. Melalui kemitraan dengan Perhutani, kami terlibat langsung dalam kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman. Harapannya, hutan tetap lestari dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta ekonomi masyarakat,” ungkap Supadi.

Melalui kegiatan penanaman ini, Perhutani KPH Purwodadi menegaskan bahwa pengelolaan hutan membutuhkan sinergi yang kuat dengan masyarakat. Kolaborasi antara Perhutani dan LMDH menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan hutan lestari, masyarakat sejahtera, dan lingkungan yang berkelanjutan. (*)

Exit mobile version