Berita  

SMRC: Ganjar Pranowo Unggul dari Prabowo Subianto Jika Head to Head di Pilpres 2024

Lingkar.co – Bakal calon presiden (capres) dari PDIP, Ganjar Pranowo, mengungguli Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, jika head to head di Pilpres 2024. Hal tersebut, berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), dengan simulasi head to head atau dua nama capres.

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, mengatakan, kemungkinan persaingan dua besar pemilihan presiden 2024 antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Dalam simulasi head to head, Ganjar Pranowo, mendapatkan dukungan 42,2 persen dari pemilih kritis, dan Prabowo Subianto 41,9 persen.

2023-12-tgl-13-larangan-kampanye

“Masih ada 15,9 persen yang belum tahu,” ucap Deni, melalui kanal YouTube SMRC TV, Minggu (7/5/2023).

Hal tersebut mengindikasikan dukungan pada keduanya sangat seimbang pada survei pemilih kritis terakhir SMRC, yaitu 2-5 Mei 2023.

2023-12-tgl-13-pihak-yang-dilarang-ikut-kampanye

Deni menyebut, suara Ganjar dan Prabowo sangat dekat dan tidak berbeda signifikan, sehingga tidak bisa disimpulkan siapa yang lebih unggul.

Png-20230831-120408-0000

Deni melanjutkan bahwa dalam simulasi head to head ini, Prabowo terlihat cenderung unggul atas Ganjar pada Maret sampai April 2023.

Namun, ucap Deni, memasuki Mei, pasca-deklarasi oleh PDIP, Ganjar Pranowo mulai mengimbangi Prabowo Subianto.

Tingkat Popularitas

Bahkan, kata Deni, dalam simulasi di antara yang mengenal keduanya, Ganjar Pranowo telah menyalip Prabowo Subianto.

Ia pun menyatakan, dukungan pada capres diperkirakan masih akan dinamis, karena sejauh ini masih ada perbedaan tingkat pengenalan publik terhadap calon.

Saat ini, Prabowo sudah dikenal oleh 94 persen atau hampir semua pemilh, sementara Ganjar baru dikenal 85 persen.

“Pada hari-H, dapat diasumsikan bahwa hampir semua pemilih akan tahu kedua tokoh tersebut,” jelas Deni.

Adapun surveI terakhir pada kelompok pemilih yang tahu kedua tokoh, Ganjar Pranowo, menjadi unggul atas Prabowo.

Ganjar Pranowo, mendapatkan 46,4 persen suara. Sementara, Prabowo Subianto, 38,8 persen. Masih ada 14,8 persen yang belum menjawab.

Deni mengatakan, dalam sebulan terakhir Prabowo dan Ganjar besaing ketat di kelompok pemilih kritis yang tahu keduanya.

“Tapi di survei terakhir (2-5 Mei 2023) Ganjar unggul atas Prabowo dengan selisih sekitar 7,6 persen,” ucapnya.

Metode Survei

Deni menjelaskan bahwa “pemilih kritis” adalah pemilih yang punya akses ke sumber-sumber informasi sosial-politik secara lebih baik.

Hal itu karena pemilih kritis memiliki telepon atau cellphone, sehingga bisa mengakses internet untuk mengetahui dan bersikap terhadap berita-berita sosial-politik.

“Mereka umumnya adalah pemilih kelas menengah bawah ke kelas atas, lebih berpendidikan, dan cenderung tinggal di perkotaan,” ucap Deni.

Pemilih kritis juga cenderung lebih bisa memengaruhi opini kelompok pemilih di bawahnya.

“Total pemilih kritis ini secara nasional diperkirakan 80 persen,” kata Deni.

Pemilihan sampel dalam survei ini dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD).

RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.

Dengan teknik RDD sampel sebanyak 925 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei diperkirakan kurang lebib 3.3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.

“Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih,” pungkas Deni.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *