Soal Jalan Rusak, Desak Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Tepati Janji Kampanye

  • Bagikan
PARAH : Kondisi jalan provinsi turut Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Jepara. (ADHIK KURNIAWAN/LINGKAR JATENG)
PARAH : Kondisi jalan provinsi turut Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Jepara. (ADHIK KURNIAWAN/LINGKAR JATENG)

SEMARANG, Lingkar.co – Penanganan jalan rusak di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendapat sorotan dari berbagai elemen masyarakat. Menurutm Ketua Lembaga Gerakan Jalan Lurus (GJL) Riyanta, Gubernur Ganjar Pranowo harus menepati janji kampanye untuk membuat jalan di wilayah Jateng mulus.

Riyanta menyoroti beberapa hal dalam persoalan jalan rusak. Salah satunya soal pengawasan yang belum optimal. Ia pun melihat ada beberapa ruas jalan rusak parah, kemudian sudah ada penanganan. Namun, setelah itu, tidak ada pengawasan.  

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Jalan provinsi rusak semua. Seperti jalan Blora menuju Purwodadi, dan Pati-Purwodadi itu rata-rata rusak. Dulu Pak Ganjar marah-marah melihat jalan rusak, tapi ending-nya tidak ada pengawasan. Praktis pekerjaan proyeknya asal-asalan,” ujarnya.

Menurut Riyanta, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat kampaye pernah berjanji untuk mengalokasikan dana perbaikan jalan hingga sampai Rp2,5 Triliun. Sayangnya, baru berjalan dua tahun tidak ada lagi anggaran tersebut.

“Dulu Ganjar itu punya janji bahwa alokasi untuk jalan provinsi itu RP 2,5 Triliun pertahun anggaran. Baru berjalan dua tahun sudah tidak ada lagi anggaran sesuai janji kampaye waktu itu,” ungkapnya.

Pihaknya mendorong agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terbuka dengan masyarakat. Baik melalui media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam rangka pengawasan jalan.

“Dari sisi kualitas pembangunan jalan juga menjadi pertanyaan. Karena sistem lelangnya juga sangat aneh. Karena penawaran dengan harga terendah bisa menjadi pemenang tender, tanpa ada pertimbangan sisi teknis maupun kualitasnya,” tegasnya.(ito/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.