Stok Darah PMI Semarang Aman 4-5 Hari, Golongan O Mulai Menipis di Awal Ramadan

Suasana ruangan donor darah di UDD PMI Kota Semarang. (dok Alan Henry)
Suasana ruangan donor darah di UDD PMI Kota Semarang. (dok Alan Henry)

Lingkar.co – Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang pada awal Ramadan dipastikan masih dalam kondisi aman. Namun, golongan darah O mulai menunjukkan tren penipisan akibat tingginya permintaan dari rumah sakit.

Kepala bagian Pelayanan donor Unit donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, dr Reztry Maulida menyampaikan, stok darah diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan 4 hingga 5 hari ke depan.

“Alhamdulillah untuk beberapa hari awal Ramadan ini stok masih mencukupi. Perkiraan kami bisa memenuhi kebutuhan rumah sakit sekitar 4 sampai 5 hari ke depan. Namun stok ini dinamis, tergantung permintaan yang masuk,” ujarnya Reztry, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, semakin tinggi permintaan dari rumah sakit, maka cadangan darah bisa lebih cepat berkurang dari estimasi tersebut. Karena itu, pembaruan data stok dilakukan secara berkala melalui website resmi PMI yang diperbarui setiap satu jam, serta media sosial Instagram setiap hari.

Reztry mengungkapkan, saat ini stok yang paling menipis adalah golongan darah O.

“Permintaan dari rumah sakit akhir-akhir ini paling banyak golongan O. Jadi memang stok O cukup menipis. Untuk golongan B justru relatif banyak, sedangkan A dan AB masih seimbang dengan permintaan,” jelasnya.

Di sisi lain, Ramadan turut berdampak pada jumlah pendonor. Antusiasme donor darah mengalami penurunan cukup signifikan dibanding hari biasa.

“Ada penurunan sekitar 60 sampai 70 persen selama Ramadan. Biasanya pendonor rutin, tapi di bulan puasa ini ada yang menunda,” katanya.

Ia menegaskan, donor darah saat berpuasa tidak membatalkan ibadah. Hal tersebut juga telah disosialisasikan melalui media sosial PMI, merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Donor darah tidak membatalkan puasa, asalkan pendonor sudah persiapan. Sahur cukup, istirahat cukup, kondisi tubuh fit dan sehat,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi penurunan donor, PMI Kota Semarang menggencarkan berbagai strategi, salah satunya program donor di pusat perbelanjaan seperti Queen City Mall dan Mal Ciputra Semarang. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan instansi pemerintahan, akademi kepolisian, serta sekolah kedinasan di Semarang.

PMI juga memberikan insentif tambahan bagi pendonor selama Ramadan. Pendonor di gedung UDD PMI akan mendapat minyak goreng satu liter, sementara donor melalui mobil keliling mendapatkan beras 1,5 kilogram.

Reztry menegaskan, hingga saat ini PMI Kota Semarang belum berencana meminta suplai bantuan dari PMI daerah lain.

“Kami berusaha maksimal dulu dengan berbagai kerja sama yang ada untuk memenuhi kebutuhan darah selama Ramadan,” tandasnya. ***