Lingkar.co – Ketersediaan gas LPG 3 kilogram di Kabupaten Rembang dipastikan dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Hal ini disampaikan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Rembang setelah berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait distribusi selama masa libur panjang.
Kepala Dindagkop UKM Rembang, Mahfudz, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Maret ini tidak ditemukan adanya kelangkaan LPG bersubsidi di wilayahnya. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan guna memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Untuk LPG, stok lebaran masih aman, jadi tidak ada kelangkaan,” ujarnya, kemarin.
Sebagai langkah antisipasi, Dindagkop UKM Rembang telah meminta Pertamina untuk menyesuaikan jadwal distribusi LPG selama libur nasional dan cuti bersama. Penyaluran diharapkan dapat dilakukan lebih awal atau setelah hari libur agar tidak terjadi kekosongan pasokan di tingkat pangkalan.
Mahfudz mencontohkan, apabila jadwal pengiriman jatuh pada hari libur, maka distribusi dapat dimajukan atau diundur sesuai kebutuhan. Kebijakan ini diambil agar pasokan LPG tetap tersedia bagi masyarakat selama periode Lebaran.
Ia juga menegaskan bahwa hingga kini tidak ada pengurangan pasokan LPG dari Pertamina ke agen maupun dari agen ke pangkalan di Rembang. Dalam satu tahun, kuota LPG untuk Kabupaten Rembang mencapai sekitar 6 juta tabung, atau rata-rata 500 ribu tabung per bulan.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Saya harap masyarakat tidak perlu panic buying. Beli saja sewajarnya karena sebenarnya tidak ada kelangkaan,” pungkasnya. (*)








