Lingkar.co – Meski telah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tegal, nama Takziyah Muthmainnah atau Mbak Iin kembali muncul di kota Semarang sebagai salah satu kandidat yang diusulkan oleh peserta Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di hotel Pandanaran, Rabu (15/4/2026).
Mbak Iin memang bukan orang asing bagi warga kota Semarang, khususnya PKB dan NU. Sebab, Tazkiyatul Muthmainnah merupakan ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jateng dan pernah menjadi anggota DPRD Jateng dari dapil kota Semarang.
Wakil Ketua Umum DPP PKB Ida Fauziah membenarkan kabar tersebut saat diwawancarai oleh wartawan seusai Muscab PKB.
“Iya dari nama-nama itu ada nama beliau (Tazkiyatul Muthmainnah),” jawabnya singkat.
Menurut dia, semua calon yang sudah dikantongi harus melalui mekanisme yang sudah ditetapkan. Yakni menyatakan kesediaan, dan siap meluangkan waktu dan sebagainya.
“Bagaimana kesiapan dia, bagaimana meluangkan waktu itu ada mekanisme berikutnya,” tandasnya.
Muscab PKB merupakan permusyawaratan tertinggi di tingkat kabupaten/kota untuk menentukan ketua yang akan memimpin partai politik hingga memenangkan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada tahun 2029 mendatang.
Muscab PKB tahun ini berbeda dengan sebelumnya yang mana semua peserta menentukan ketua dari pemungutan suara 16 perwakilan pengurus di tingkat Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Kecamatan.
Ida mengatakan, Muscab pada tahun ini berbeda dengan sebelumnya yang menerapkan sistem pemilihan dari Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC).
“Prosesnya beda, memadukan aspirasi dari DPAC dengan pemetaan yang dilakukan oleh DPP dibantu dengan teman-teman DPW PKB Jawa Tengah,” ujarnya seusai Muscab Rabu (15/4/2026) malam.
Meskipun ada pemetaan, lanjutnya, namun tetap mengakomodir masukan dari bawah, yakni pengurus di tingkat kecamatan.
“Nah, setelah ini akan dilakukan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK), ada asesmen dan ada wawancara,” jelasnya.
DPP PKB, lanjutnya, akan menentukan siapa yang layak diposisikan sebagai ketua berdasarkan hasil UKK.
“Jadi benar-benar meng-combine antara pemetaan dan aspirasi dari bawah dan mengukur kapasitasnya
Ia bilang, komposisi kepengurusan bisa saja dari yang lama, bisa baru dan bisa kombinasi antara pengurus lama dan baru.
“Tapi benar-benar prosesnya produktif karena kita menghindari hal-hal madarat (kerusakan) yang sering kali muncul dalam Muscab. Ini produkti, kondusif, aspiratif, partisipasinya dijaga dengan riang gembira,” urainya.
Ketua DPC PKB Kota Semarang, Muhammad Mahsun menambahkan, daftar nama yang masuk dalam penjaringan akan diuji secara internal dan lembaga eksternal seperti kampus. Mereka akan mengikuti uji dari aspek psikologi, kepemimpinan dan sebagainya.
“Yang keduanya oleh DPP,” ujarnya.
Terkait dengan kesanggupan kembali memimpin, ia mengaku ada lima puluh lebih orang yang sudah menandatangani form kesanggupan.
“Kalau soal itu semua sudah ngisi form siap dalam posisi apapun,” ungkapnya. .
Terkait lamanya waktu pemilihan ketua DPC PK, Mahsun memperkirakan jika akan dilantik pada bulan Juli 2026, “Kemungkinan Mei Juni sudah selesai sudah mengerucut satu nama, nah ini yang menyusun kepengurusan bersama DPW dari form tadi,” pungkasnya. (*)








