Lingkar.co – Relasi orangtua dan anak yang penuh luka, tawa, dan kesempatan kedua menjadi benang merah film Suka Duka Tawa. Menjelang penayangan perdananya pada 8 Januari 2026, rumah produksi BION Studios bersama Spasi Moving Image resmi merilis final trailer yang menampilkan konflik keluarga secara lebih emosional dan dekat.
Final trailer tersebut memperlihatkan dinamika hubungan Tawa (Rachel Amanda) dengan kedua orangtuanya, Keset (Teuku Rifnu Wikana) dan Cantik (Marissa Anita). Ketegangan batin, rasa kehilangan, hingga upaya saling memahami dibingkai melalui dialog sederhana namun sarat makna.
Sutradara Suka Duka Tawa, Aco Tenriyagelli, menyebut film ini ingin mengajak penonton menghadapi luka dengan cara yang jujur namun ringan. Menurutnya, tawa tidak selalu menutupi kesedihan, melainkan menjadi cara manusia berdamai dengan pengalaman hidup.
“Lewat film ini, saya ingin penonton tertawa sambil menangis. Cerita keluarga ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tentang luka yang tidak terucap dan usaha untuk saling memaafkan,” ujar Aco dalam keterangan tertulisnya.
Antusiasme penonton terhadap film ini terlihat dari rangkaian special screening di 15 kota yang berlangsung pada akhir Desember 2025. Sejumlah penayangan bahkan tercatat sold out, menandakan ketertarikan publik terhadap cerita keluarga yang diangkat.
Seiring dengan rilis final trailer, penjualan tiket Advance Ticket Sales (ATS) untuk penayangan 8 Januari 2026 juga telah dibuka. Tiket dapat dibeli melalui aplikasi resmi bioskop dan kanal penjualan daring yang tersedia.
Rachel Amanda mengungkapkan bahwa karakter Tawa merepresentasikan anak yang mencoba berdamai dengan masa lalu melalui humor.
Konflik batin antara luka dan kasih sayang menjadi ruang refleksi bagi banyak penonton.
Film Suka Duka Tawa diperkuat dengan musik latar dari lagu Masa Sepi karya Bernadya dan Timur dari The Adams, yang menambah lapisan emosi sepanjang cerita.
Drama komedi keluarga ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026. ***


