Tambak dan Sawah Terendam Banjir, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

  • Bagikan
GOTONG ROYONG: Sejumlah warga kerjabakti membenahi tanggul yang jebol pada Rabu (24/2) Kemarin. (WARGA FOR LINGKAR.CO)
GOTONG ROYONG: Sejumlah warga kerjabakti membenahi tanggul yang jebol pada Rabu (24/2) Kemarin. (WARGA FOR LINGKAR.CO)

PATI, Lingkar.co – Lahan tambak dan persawahan di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati terendam banjir Rabu (24/2/2021). Akibatnya warga mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Sekretaris Desa Dororejo A. Syaiful Ulum mengatakan, total kerugian akibat banjir sekitar Rp565.000.000. Dengan rincian tambak seluas 30 ha dengan jumlah kerugian Rp300.000.000. Selanjutnya sawah seluas 25 ha dengan kerugian Rp250.000.000.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

“Selain itu, ada juga tanggul jebol yang kerugiannya ditaksir Rp15.000.000. Jadi total kerugian akibat banjir mencapai Rp 565.000.000,” katanya Kamis (25/2/2021).

Pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah agar sedikit mengurangi kerugian warga. Selain itu, ia juga berharap adanya normalisasi sungai, supaya banjir tidak terus berulang.

“Selama ini soal kerugian hanya sekedar jadi bahan informasi saja. Bantuan dari pemkab masih sangat kurang. Sifatnya hanya informasi kerugian. Kemudian apakah ada bantuan atau tidak kita belum tahu. Beberapa tahun ini ketika ada bencana seperti ini kemudian kita hanya menyampaikan kerugian,” ungkapnya.

Menurutnya, selama ini bantuan dari kabupaten melalui BPBD adalah penanganan tanggul jebol. Dan tahun-tahun sebelumnya selalu seperti itu. “Bantuan dari BPBD kabupaten biasanya penanganan tanggul. Setelah kami memberikan informasi, material segera datang. Terus warga gotong royong memperbaiki,” jelasnya.

Untuk penanganan sementara, pemerintah desa bersama warga memperbaiki tanggul yang jebol. Sehingga bisa menahan air sungai agar tidak meluber ke pemukiman.”Perbaikan tanggul baru sementara dengan bambu. Itu pun anggarannya swadaya dan dari pemerintah desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini banjir di Desa Dororejo sudah mulai surut. Warga telah mulai membersihkan rumahnya.“Alhamdulillah air sudah surut signifikan. Banjir masih sedikit-sedikit di jalan,” paparnya.

Padahal pada Rabu (24/2/2021), banjir sempat menggenangi 253 rumah. Ketinggian air di luar rumah kisaran 50 – 110 cm. Sedangkan di dalam rumah kisaran 15-50 cm.”Harapannya hari ini cuaca terang air, agar air benar-benar surut,” harapnya.(lam/lut)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.