Lingkar.co – Peristiwa tanah gerak terjadi di Skip Saptamarga 3 RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa itu mengakibatkan amblesnya jalan warga serta sejumlah dinding rumah warga.
“Posko PMI menerima informasi melalui WA Grup tentang adanya Tanah Gerak di Skip Saptamarga 3 RT 07 RW 01, Kelurahan Jangli, Kecamatan Candisari,” kata staf Markas PMI Kota Semarang, Ahmad Habib, Rabu (11/2/2026).
Menurut laporan, peristiwa tanah gerak terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari ini diduga menjadi penyebab peristiwa itu.
Berdasarkan hasil pendataan awal, bencana ini berdampak pada 15 Kepala Keluarga atau sekitar 58 jiwa. Adapun rumah warga yang terancam bahaya peristiwa itu antara lain; rumah Sunarjo (2 KK/4Jiwa), Sugianto (3 KK/7 Jiwa), Sutrimo (1 KK/3 Jiwa), Supriyadi (1 KK/4 Jiwa), Sri Darningsih (1 KK/ 3 Jiwa), Slamet Riyadi (1 KK/ 4 Jiwa), Supardi (2 KK/6 Jiwa), Fitriyanto (2 KK/4 Jiwa), Kadar (1 KK/ 2 Jiwa), Agus Suyono (1KK/4 Jiwa), Dimas (1KK/2 Jiwa), Ngatemin (1KK/3 Jiwa), Dadang Suryanto (1KK/3 jiwa), Saifudin (2KK/5 Jiwa), Suratman (3KK/7 Jiwa)
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun demikian, kerusakan pada rumah warga dan akses lingkungan mengakibatkan kerugian material sementara yang diperkirakan mencapai Rp55.750.000. Selain itu, warga terdampak juga mengungsi ke rumah tetangga dan saudaranya yang lebih aman.
Habib menegaskan, PMI telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah kelurahan setempat karena warga terdampak tanah gerak terkendala administrasi. Saat ini, katanya, posko sudah didirikan untuk memantau perkembangan.
“Kita sudah melakukan asesmen dan koordinasi. Selanjutnya kita tunggu arahan dari kelurahan” ujarnya.
Ketua RT 07 RW 01 Joko Sukartono saat dikonfirmasi mengatakan, beberapa instansi terkait sudah turun ke lapangan dan membantu warga terdampak dan sudah memberikan perhatian serius terhadap bencana yang dialami warganya.
“Beberapa instansi terkait sudah pada datang memberikan bantuan evaluasi, seperti relawan PMI, Polsek, Koramil, ESDM, pihak Kelurahan dan kecamatan. BPBD Kota Semarang sudah memberikan bantuan sembako, terpal dan matras untuk alas tidur warga. Namun belum ada bantuan tenda,” jelasnya.
Joko berharap, Pemerintah Kota Semarang, melalui jajaran dinas terkait bisa segera memberikan bantuan tenda untuk warganya yang terdampak. Agar jika nantinya hujan bisa untuk berteduh.
“Harapannya tenda bisa segera dikirimkan Mas. Biar warga bisa “ngeyup” (berteduh) saat hujan datang” harapnya. (*)







