Tas Merah Putih Diduga Bom di Pinggir Tol ABC Jatingaleh, Tim Gegana Turun

Tas Merah Putih Diduga Bom di Pinggir Tol ABC Jatingaleh, Tim Gegana Turun
Tas Merah Putih Diduga Bom di Pinggir Tol ABC Jatingaleh, Tim Gegana Turun. Foto: istimewa

Lingkar.co — Rabu pagi (31/12/2025) lalu lintas di Tol Dalam Kota ABC Semarang mengalir seperti biasa. Deru kendaraan bersahutan, orang-orang melaju menuju tujuan masing-masing, sebagian hendak memulai libur pergantian tahun.

Namun suasana itu berubah mendadak ketika seorang pengguna jalan melihat sebuah tas besar bergambar merah putih tergeletak di pinggir jalan, tepatnya di dekat swalayan depan pintu Tol Jatingaleh. Letaknya yang tidak lazim dan kondisinya yang mencurigakan membuat sebagian pengendara melambat, bahkan berhenti sejenak menoleh.

Beberapa orang memilih memutar balik.

“Takut kenapa-kenapa,” ujar seorang warga singkat sambil menjauh dari lokasi.

Kegelisahan itu segera berujung pada laporan. Warga bersama petugas Bankom Polrestabes Semarang yang sedang berpatroli menjelang akhir tahun melihat tas tersebut dan melaporkannya ke Polsek Banyumanik.

Tak lama berselang, Kapolsek Banyumanik Kompol Hengky Prasetyo bersama jajarannya langsung bergerak ke lokasi.

“Kami menerima laporan adanya benda mencurigakan berupa tas besar bergambar merah putih di pinggir jalan tol. Laporan langsung kami teruskan ke Tim Gegana Brimob Polda Jawa Tengah untuk dilakukan penanganan,” ujar Hengky.

Saat Tim Gegana Brimob Polda Jateng tiba, situasi di sekitar lokasi langsung disterilkan. Polisi meminta pengguna jalan menjauh dan mengatur arus lalu lintas dengan sistem contra flow untuk mencegah kemacetan yang mulai mengular.

Petugas Gegana mengenakan perlengkapan lengkap, lalu bergerak perlahan mendekati tas tersebut. Setiap langkah dilakukan dengan hati-hati.

Hasil deteksi awal menunjukkan adanya indikator sinyal merah dari dalam tas, cukup untuk membuat suasana semakin tegang. Warga dan pengendara yang menyaksikan dari kejauhan hanya bisa menunggu dengan cemas.

Sekitar 30 menit kemudian, tas itu akhirnya berhasil diamankan dan dibawa oleh Tim Gegana untuk diperiksa lebih lanjut.

Tidak ada ledakan. Tidak ada suara keras. Namun ketegangan yang sempat menyelimuti kawasan itu masih membekas di wajah-wajah warga.

Seorang pengendara yang sempat terjebak macet mengaku lega sekaligus masih gemetar.

“Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Tapi jujur tadi deg-degan, soalnya lokasinya di jalan tol, ramai orang,” katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan warga bisa mencegah risiko yang lebih besar. Satu laporan sederhana dapat menyelamatkan banyak orang.

Polisi kembali mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau mendekati benda mencurigakan, serta segera melapor melalui layanan darurat 110 atau call center Kepolisian terdekat.

Karena seperti yang terjadi pagi itu di Tol Dalam Kota Semarang, sebuah tas yang tampak sepele bisa membuat satu kota menahan napas selama 30 menit demi memastikan semua orang tetap selamat. (*/

Penulis: Husni Muso