Lingkar.co – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan merasa tersentuh dengan loyalitas dan pengabdian seorang kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang hampir genap berusia 70 tahun. Sebagai bentuk penghargaan, Faiz menyerahkan hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta atas dedikasi dan semangat pengabdian yang ditunjukkan.
Faiz memberikan apresiasi tersebut saat memimpin Apel Akbar Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser yang digelar di Alun-alun Batang, Kabupaten Batang, Kamis (25/12/2025). Apel digelar dalam rangka Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kabupaten Batang.
Dalam apel tersebut, Faiz menegaskan, bahwa Ansor dan Banser memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, tetapi juga sebagai elemen penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
“Ansor dan Banser adalah bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan bangsa Indonesia, yang berbeda suku, agama, ras, dan adat istiadat. Pemerintah Kabupaten Batang menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan sahabat-sahabat semua,” jelasnya.
Menurutnya, Kader Ansor dan Banser selalu hadir tanpa pamrih saat negara membutuhkan, terutama ketika persatuan bangsa terancam oleh paham-paham yang ingin memecah belah Indonesia.
“Hampir di setiap kegiatan keagamaan, kenegaraan, hingga sosial kemasyarakatan, seragam Ansor dan Banser selalu hadir. Ini bukti nyata komitmen dan pengabdian yang luar biasa,” ungkapnya.
Faiz juga menekankan, pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas organisasi. Ia menyebut kekompakan sebagai modal utama Ansor dan Banser dalam menjaga ajaran Islam yang moderat sekaligus mempertahankan persatuan bangsa.
“Kita dididik untuk bergerak dalam satu irama, satu nada. Kekompakan, loyalitas, dan keyakinan adalah modal utama untuk menjaga NKRI dan kesatuan bangsa tanpa membedakan latar belakang apa pun,” tegasnya.
Selain itu, Faiz mengingatkan seluruh Kader Ansor dan Banser agar bijak menyikapi arus informasi yang berkembang pesat di era digital. Ia meminta kader tidak mudah terpengaruh oleh hoaks dan selalu melakukan tabayun terhadap setiap informasi yang diterima.
“Kita tidak boleh gampang termakan hoaks. Setiap informasi harus dicek kebenarannya, karena banyak informasi yang berpotensi memecah belah bangsa dan melemahkan negara,” pungkasnya. (*)







