Tertantang Bikin Video Pembelajaran bagi Siswa TK

  • Bagikan

PEMBELAJARAN jarak jauh (PJJ) menuntut tenaga pendidik harus beradaptasi kebiasaan baru, namun tetap inovatif. Hal inilah yang dirasakan Fitrianingsih selama sekitar sembilan bulan terakhir, sejak hantaman pandemi Covid-19.

Fitri-sapaan akrabnya mengakui, pembelajaran daring membuat guru harus bekerja lebih ekstra. Apalagi, siswa yang diampunya adalah tingkat taman kanak-kanak (TK). Mensiasati kondisi ini, Fitri pun tertantang membuat video pembelajaran yang menarik bagi 15 anak didiknya. Hal ini agar materi pembelajaran tetap dapat dinikmati dan diserap siswa dari rumah masing-masing.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

Fitri terlebih dahulu menyiapkan materi, bahan ajar, maupun alat peraga pembelajaran sesuai kompetensi dasar dan kompetensi inti yang ingin dicapai. Jika sudah lengkap, barulah proses pengambilan video ia lakukan.

“Harus take (video) berulang-berulang. Perlu cari refrensi yang banyak untuk membuat video pembelajaran yang menarik,” ungkap guru di TK Mangun Sejati Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Jepara ini.

Selain proses pengambilan video yang harus berulang kali, dara kelahiran Jepara, 7 Februari 1995 ini juga membutuhkan waktu tersendiri untuk mengeditnya. Satu kali produksi video pembelajaran, rata-rata ia kemas dengan durasi 5 menit. Setelah siap, video ini akan diberikan ke wali murid dan siswanya.

“Saya memberi video pembelajaran maksimal seminggu tiga kali. Saya juga tidak membebankan tugas ke siswa. Tapi setiap seminggu sekali ada sesi meeting zoom dengan anak-anak. Ini untuk mengulas materi yang sudah diberikan,” beber dara yang berdomisili di RT 7/RW 2 Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung.

Di tengah kesibukannya mengajar, Fitri rupanya juga mempunyai segudang aktivitas lain. Usai mengajar, saat siang sampai sore ia membuka les baca. Kemudian malam harinya, ia juga memberi les privat secara terjadwal. Selain itu, ia juga bekerja di salah satu klinik dokter yang ada di desanya.

“Setiap Minggu saya juga masih kuliah di UT (Universitas Terbuka). Alhamdulillah selama 3,5 tahun ini bisa membiayai sendiri tanpa membebani orang tua,” pungkas gadis yang hobi memasak ini. (mam/lut/aji)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.