Tornado di Kentucky, AS Tewaskan Delapan Puluh Orang

Irene Noltner menghibur Jody O'Neill di luar The Lighthouse, tempat perlindungan wanita dan anak-anak yang dihancurkan oleh tornado bersama dengan sebagian besar pusat kota Mayfield, Kentucky, AS, Sabtu (11/12/2021), (foto Antara)
Irene Noltner menghibur Jody O'Neill di luar The Lighthouse, tempat perlindungan wanita dan anak-anak yang dihancurkan oleh tornado bersama dengan sebagian besar pusat kota Mayfield, Kentucky, AS, Sabtu (11/12/2021)

KENTUCKY, Lingkar.co – Angin tornado yang terjadi di Kentucky, tepatnya di pabrik lilin Mayfield Consumer Products di Mayfield, Kentucky pada Minggu (12/12/2021) menyebabkan delapan puluh orang tewas dan beberapa orang lainnya masih dalam tahap pencarian.

“Menurut laporan awal, ada 70 orang yang kemungkinan meninggal di pabrik itu. Satu korban saja sudah terlalu banyak, tapi kami bersyukur jumlah itu lebih sedikit,” ujar juru bicara perusahaan, Bob Ferguson.

Gubernur Kentucky Andy Bashear sebelumnya mengatakan bahwa di daerah yang ia pimpin itu sedikitnya 80 orang meninggal setelah sebuah tornado yang begitu kuat menyapu Kawasan tersebut.

Baca Juga :
Masuk Penghujan, Pemkot Semarang Siapkan Langkah Antisipasi Banjir

Pada Minggu petang para petugas masih menggali puing-puing dan berupaya melakukan penyelamatan korban.

“Kami masih berharap bahwa delapan orang lagi yang masih belum di ketahui keberadaannya bisa di temukan,” katanya.

Mayfield adalah daerah permukiman yang berpenduduk sekitar 10.000 orang. Akibat di sapu tornado, wilayah pemukiman ini berubah jadi lapangan luas.

Presiden Demokrat Joe Biden telah menyatakan badai tornado yang melanda Kentucky sebagai darurat federal.

FEMA membantu setelahnya ketika ribuan orang menghadapi kekurangan perumahan, air, makanan, dan listrik.

Namun, bantuan yang di berikan untuk status darurat di batasi paling banyak lima juta dollar AS (Rp 71,7 miliar).

Di kutip dari Antara, “Deklarasi untuk status bencana besar tidak memiliki Batasan seperti itu dan menyediakan berbagai program bantuan federal untuk individu dan infrastruktur pabrik, termasuk dana untuk pekerjaan darurat dan permanen,” kata FEMA.

Penulis : ANTARA

Editor : Kharen Puja Risma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.