Berita  

TP PKK Kudus Kolaborasi dengan Djarum Foundation Untuk Jaga Kelestarian Lingkungan

TP PKK Kabupaten Kudus mengunjungi lokasi pembibitan pohon dan pengolahan sampah di Djarum Oasis pada Rabu (21/2/2024). Foto: Dokumentasi.
TP PKK Kabupaten Kudus mengunjungi lokasi pembibitan pohon dan pengolahan sampah di Djarum Oasis pada Rabu (21/2/2024). Foto: Dokumentasi.

Lingkar.co – Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Aini Hasan Chabibie bersama pengurus Pokja 4 TP PKK Kabupaten Kudus, TP PKK Kecamatan Jati, serta TP PKK Desa Megawon, mengunjungi lokasi pembibitan pohon dan pengolahan sampah di Djarum Oasis pada Rabu (21/2/2024). 

Aini menyatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Dirinya berharap kunjungan ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk mulai memilah sampah dan menanam pohon.

“Kunjungan ini bisa membuka wawasan dan mendorong partisipasi dalam pengelolaan lingkungan, terutama pengelolaan sampah. Saya berharap kunjungan ini dapat mendorong warga masyarakat untuk memilah sampah dan menanam pohon,” ujarnya. 

Aini juga berharap, sinergi dalam pelaksanaan tugas pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang pelestarian lingkungan terus terjalin dengan baik. 

Pihaknya juga menyampaikan pemilihan Desa Megawon sebagai pilot project dalam pengelolaan lingkungan merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan perubahan iklim.

“Saya berharap dengan kerja sama ini bisa meningkatkan sinergi dalam kelestarian lingkungan serta berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim,” harapnya.

Png-20230831-120408-0000

Sementara itu, Eko Budi Utomo, selaku Community Development Manager Djarum Foundation mengapresiasi TP PKK Kabupaten Kudus atas kepedulian terhadap lingkungan dan upaya pengelolaan lingkungan. Dirinya berharap nantinya Desa Megawon dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam bidang pelestarian lingkungan.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada TP PKK yang telah mengupayakan pengelolaan lingkungan, semoga bisa menjadikan pilot project untuk desa desa yang lain,” ujarnya. 

Diketahui, Desa Megawon dipilih sebagai lokasi pilot project desa peduli lingkungan untuk mendorong partisipasi warga dalam pengurangan sampah dengan memilah sampah dari sumber rumah tangga dan dapur. 

Selain itu, juga untuk memanfaatkan halaman pekarangan rumah/lahan kosong untuk menanam pohon guna ketahanan pangan dan sebagai suplai oksigen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan krisis iklim. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps