Berita  

Tradisi Merti Desa, Sebagai Bentuk Rasa Syukur Warga Desa Curugsewu

Merti Desa Curugsewu/Foto: Wahyudi

Lingkar.co – Merti Desa dan Kembul Bujana, adalah suatu wujud rasa syukur warga Desa Curugsewu Kecamatan Patean Kabupaten Kendal atas keberkahan dan keselamatan yang telah diberikan Tuhan yang Maha Esa.

Kegiatan Merti Desa dilaksanakan setiap Bulan Suro atau Muharam, yang melibatkan semua warga Desa Curugsewu.

Rangkaian kegiatan Merti Desa yang pertama membersihkan makam para leluhur, dilanjutkan susuk wangan, atau membersihkan semua saluran irigasi yang mengairi sawah warga Desa Curug Sewu, Jumat (04/08/2023).

Selanjutnya, dilakukan ritual di bendungan dengan memasukan sesaji berupa hasil bumi dan ikan asih disebar di bendungan.

Setelah dilakukan doa bersama, kemudian masyarakat yang turut menghadiri Merti Desa melakukan makan bersama.

Sebagai bentuk syukur pada Tuhan yang Maha Esa bahwa petani di desa setempat diberikan sehat dan semua tanaman yang ditanam dan dialiri air dari bendunga tersebut tumbuh subur dan hasilnya melimpah.

Png-20230831-120408-0000

Selanjutnya sekitar jam sembilan pagi di Balai Desa juga dilaksanakan meruwat , dengan membunyikan gamelan dilanjutkan pagelaran wayang kulit sehari semalam.

Semua ini sebagai bentuk syukur karena warga Desa Curugsewu diberikan kesehatan dan keberkahan sehingga para petani hasil pertaniannya melimpah.

Tokoh masyarakat Desa Curugsewu, Utomo,mengatakan, budaya merti desa merupakan budaya turun temurun dari nenek moyang,sehingga budaya ini dianggap tidak melanggar aturan agama maka tetap dilestarikan sampai sekarang.

“Ini sudah menjadi tradisi turun temurun sejak nenek moyang, kegiatanya yakni membersihkan tempat umun seperti makam dilanjutkan memberihkan saluran iri gasi atau “susuk wangan” dilanjutjkan makan bersama setelah melaksanakan kerja bakti dengan tumpeng dan ingkung, dilanjut ada pagelaran wayang kulit semalam suntuk di halaman balai desa, sebagai wujud syukur kami,” .jelas Utomo.

Sementara salah satu tokoh masyarakat dari kaum hawa , Kharen Puja Risma sangat mengapresiasi tradisi merti desa ini.

Selain sebagai bentuk syukur juga membersihkan saluran air yang dipakai mengairi sawah petani sehingga jika airnya lancar tanaman pasti tumbuh subur dan hasilnya pun juga baik.

“Tradisi ini sangat bagus dan harus dilestarikan, sebab marti desa atau bersih desa ini juga tradisi membersihkan makam para leluhur,kemudian membersihkan saluran irigasi. tujuanya agar airnya lancar sehingga hasil pertanian bias subur,” katanya.

Sekretaris Desa Curugsewu, Suparman menyatakan ,bahwa tradisi ini dilakukan seluruh warga Desa Curugsewu, sebagai bentuk syukur pada Tuhan yang Maha Esa. Bahwa hasil pertanian warga aman dari serangan hama dan hasilnya sesuai yang diharapkan.

“Merti desa merupakan tradisi, rangkaianya banyak mulai membersihkan makam pera leluhur, membersihkan saluran irigasi, dilanjut dengan pemberian santuanan pada anak yatim piatu ,dan juga ada pagelaran wayang kulit sehari semalam di halaman balai desa” kata Suparman

Penulis : Wahyudi

Editor : Muhammad Nurseha

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *