Upaya Pemkot Semarang Cegah Rob dan Penurunan Tanah

  • Bagikan
PERISTIWA: Wilayah Tambak Lorok, Semarang, yang hampir setiap hari terendam rob. (DINDA RAHMASARI/LINGKAR.CO)
PERISTIWA: Wilayah Tambak Lorok, Semarang, yang hampir setiap hari terendam rob. (DINDA RAHMASARI/LINGKAR.CO)

SEMARANG, JAWA TENGAH, Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, terus berupaya melakukan pencegahan banjir rob yang sering terjadi di wilayahnya.

Selain itu, Pemkot juga melakukan upaya agar tidak terjadi penurunan permukaan tanah.

“Kita bersama pemprov dan pemerintah pusat melakukan upaya-upaya pencegahan,” kata Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Rabu (11/8/2021).

Dia mengatakan, pihaknya melarang pengambilan air tanah yang telah tertuang dalam peraturan daerah (Perda).

Adapun upaya lain, kata Iswar, seperti SPAM Semarang Barat yang berfungsi untuk memberikan air bersih kawasan Barat Kota Semarang.

Sehingga beberapa daerah yang belum menggunakan air PDAM bisa teraliri. Kawasan perindustrian sudah berkurang pengambilan air tanah.

“Penurunan muka tanah ini sudah mulai terjadi sejak 20-30 tahun yang lalu. Faktornya tidak hanya pengambilan air tanah saja,” jelasnya.

“Faktor lain perlu penelitian lebih lanjut. Tapi dari penelitian yang sudah ada digunakan juga untuk melakukan langkah antisipasi,” jelasnya lagi.

Baca juga:
Ahli Kelautan ITB Protes Tol Tanggul Laut Semarang-Demak, Ini Penjelasan Ganjar!

Terkait banjr rob, Iswar, mengatakan saat ini sedang berlangsung pembangunan dua proyek jalan tol sekaligus tol tanggul laut.

Pertama, yakni Tol Semarang-Demak yang sudah memasuki sesi 2. Kedua, Tol pelabuhan atau Semarang Harbour.

Fungsi kedua tol itu nantinya, kata dia, berfungsi sebagai tanggul penahan banjir rob, selain untuk meningkatkan konektivitas.

“Tol Semarang Harbour ini sekaligus berfungsi sebagai tanggul laut,” ujar Iswar.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan hal yang sama terkait upaya pencegahan banjir rob dan penurunan tanah.

Ia menyebutkan, berbagai upaya telah dilakukan, dari penanaman pohon bakau di pesisir pantai, mengurangi pemakaian air tanah, mengurangi abrasi, hingga pembangunan tol tanggul laut.

“Saya rasa apa yang sedang dilakukan beberapa pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, kota, masyarakat pesisir, hingga pecinta lingkungan adalah upaya untuk membuat kita tidak tenggelam,” tuturnya, Selasa (6/7/2021). *

Penulis: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma

Editor: M. Rain Daling

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!