Viral Kades di Pati Deklarasi Dukung Sudewo Maju Pilkada, Ini Penjelasan Ketua Paguyuban

Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gabus Tri Setyanto. Foto: Miftahus Salam/Lingkar.co
Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gabus Tri Setyanto. Foto: Miftahus Salam/Lingkar.co

Lingkar.co – Viral di media sosial (medsos) video deklarasi 24 kepala desa (kades) di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati yang menyatakan dukungan terhadap Sudewo sebagai Bakal Calon (Balon) Bupati Pati.

Saat ditemui, Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gabus Tri Setyanto mengakui jika video viral tersebut memang sengaja dibuat oleh pihaknya sebagai bentuk dukungan terhadap Sudewo.

“Terkait video deklarasi yang beredar luas di media sebelumnya saya minta maaf. Kami mengakui kegiatan itu ada, tetapi itu kami lakukan hanya untuk mendorong pak Sudewo untuk segera jika mau mencalonkan sebagai Bupati Pati,” kata Kades Sugihrejo ini, Senin (13/5/2024).

Disinggung soal netralitas sebagai pejabat tingkat desa, Tri mengakui jika seorang kades memang dilarang terlibat dalam politik praktis.

Ia juga menyadari akibat dari beredarnya video tersebut menimbulkan banyak persepsi dari masyarakat akan netralitas seorang Kades yang seharusnya bisa dijunjung tinggi.

“Memang benar kalau kita bicara netralitas, semua pejabat tidak diperbolehkan mengarahkan dukungan kepada calon tertentu,” ujarnya.

Png-20230831-120408-0000

Hanya saja, hingga saat ini baik dirinya maupun Kades lain yang ikut di dalam video tersebut belum ada teguran resmi dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Pati.

“Apakah kegiatan itu salah atau tidak, atau ada yang melapor. Sampai hari ini belum ada,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Pati Supriyanto mengaku masih akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait viralnya video tersebut. Apalagi, saat ini belum ada tahapan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Di sisi lain Sudewo, katanya, juga belum secara resmi menjadi calon bupati.

“Kami juga sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak. Banyak yang kita diskusikan, salah satunya adalah netralitas ASN, perangkat desa, dan sebagainya,” ungkap Supriyanto. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Dapatkan update berita pilihan dan terkini setiap hari dari lingkar.co dengan mengaktifkan Notifikasi. Lingkar.co tersedia di Google News, s.id/googlenewslingkar , Kanal Telegram t.me/lingkardotco , dan Play Store https://s.id/lingkarapps