Viral Kawasan Guci Diterjang Banjir, Bupati Tegal Pastikan Aman

Pipa-pipa yang menyalurkan air panas ke kawasan wisata Guci diterjang banjir. Foto: istimewa
Pipa-pipa yang menyalurkan air panas ke kawasan wisata Guci diterjang banjir. Foto: istimewa

Lingkar.co – Video banjir di kawasan wisata air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah viral di media sosial Facebook. Banjir terjadi pada Sabtu (20/12/2025) sore, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sejak siang hari.

Banjir datang secara tiba-tiba dan membawa material lumpur, batu, kayu, serta berbagai benda lain yang menghantam fasilitas wisata di sepanjang aliran sungai, termasuk juga pipa-pipa paralon pengairan air panas.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman yang menerima kabar viralnya banjir segera meninjau langsung ke Objek Wisata Guci pada Sabtu malam, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Kepala BPBD Kabupaten Tegal, serta Komandan Kodim 0712 Tegal.

Bupati menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, banjir memang terjadi di wilayah hulu Sungai Gung. Aliran banjir membawa material, termasuk pipa-pipa yang berfungsi menyalurkan air panas ke villa dan penginapan di kawasan wisata Guci.

“Memang benar terjadi banjir di hulu Sungai Gung akibat curah hujan yang tinggi. Material banjir sempat merusak pipa-pipa penyalur air panas ke beberapa villa dan penginapan,” ujar Bupati Tegal seusai meninjau lokasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak pengelola wisata untuk melakukan percepatan perbaikan infrastruktur yang terdampak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola, dan mulai besok perbaikan akan dilakukan. Kami pastikan fasilitas wisata air panas di Guci segera kembali normal sehingga bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

Ischak juga memastikan bahwa secara umum kawasan wisata Guci dalam kondisi aman untuk dikunjungi. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan langkah antisipatif guna menjamin keselamatan pengunjung, khususnya menjelang musim liburan akhir tahun 2025.

“Guci aman untuk dikunjungi dan siap menyambut wisatawan pada libur akhir tahun. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Siap Sambut Wisatawan

Ia juga meluruskan informasi yang berkembang di media sosial bahwa banjir memang terjadi, namun hanya di bantaran Sungai Gung, bukan di seluruh kawasan wisata.

“Perlu kami tegaskan bahwa destinasi wisata di Guci tidak hanya Pancuran 13 dan Pancuran 5. Masih banyak pilihan lain yang tetap beroperasi dan aman, seperti GuciKu, Gulala, Guci Forest, Joglo Ageng, Asafana, dan destinasi lainnya,” ujar Bupati.

Saat ini, kata Bupati, perbaiki sedang dilakukan dan pipa-pipa akan segera tersambung kembali, sehingga dapat kembali dinikmati oleh wisatawan. Sementara itu, perbaikan bangunan Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari.

“Kami akan terus melakukan monitoring, terutama terhadap debit air Sungai Gung, mengingat kondisi cuaca yang berubah-ubah. Intinya, kami siap memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal bagi masyarakat yang berlibur ke Guci,” tegas Bupati.

Disinggung mengenai kerusakan lingkungan di lereng Gunung Slamet, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Bersama Polres Tegal dan Kodim 0712/Tegal, pihaknya akan meninjau langsung ke kawasan lereng gunung serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, kami juga telah menganggarkan program penanaman kembali hutan di lereng Gunung Slamet sebagai upaya preventif agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ungkapnya.

Dengan kesiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap sektor pariwisata Guci tetap menjadi destinasi unggulan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. (*/