Berita  

Viral Penendangan Sesajen di Semeru, Gus Yasin: Umat Muslim harus Bisa Hidup Berdampingan

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengimbau agar umat muslim dapat hidup berdampingan dengan keyakinan lainnya menilik kejadian penendangan sesajen di Semeru. Dok. Humas/Lingkar.co
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengimbau agar umat muslim dapat hidup berdampingan dengan keyakinan lainnya menilik kejadian penendangan sesajen di Semeru. Dok. Humas/Lingkar.co

WONOGIRI, Lingkar.co – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyayangkan peristiwa penendangan sesajen di Kawasan Gunung Semeru belum lama ini. Menurutnya, tindakan tersebut tak mencerminkan umat muslim yang harus bisa hidup berdampingan dengan keberagaman di Indonesia.

Gus Yasin mengimbau kepada umat muslim agar memiliki sikap saling menghormati dan hidup berdampingan dengan seluruh etnis masyarakat.

“Ajaran di pondok pesantren selama ini tidak ada yang seperti itu. Kita saling menghormati. Kita berjalan bersama,” kata Wagub Jateng saat di temui usai meresmikan Pondok Pesantren Nurul Anwar, Wonogiri, Senin (10/01/2022).

Baca Juga :
Baznas Kudus Salurkan ZIS Sebesar 1,6 Miliar Selama 2021

Wagub Taj Yasin berpandangan, warga pondok pesantren hanya di berikan amanat untuk menyampaikan ajaran Islam.

Tetapi hidayah, adalah sesuatu yang berbeda karena merupakan hak prerogatif Allah SWT.

“Kalau hidayah itu sudah berbeda. Maka memang kita harus melebur menjadi satu (hidup berdampingan), untuk mewarnai itu,” katanya

Ajaran Walisongo yang berhasil menyebarkan Islam di Indonesia, lanjutnya, hendaknya bisa menjadi contoh.

Para wali yang menyampaikan dakwah dengan menyesuaikan tradisi masyarakat di zaman itu, membuat Islam mudah di terima.

“Harus saling menghormati. Tadi Kyai Anwar (Anwar Zahid, red) juga menyampaikan bagaimana dakwahnya para wali di Indonesia. Mulai dari gending-gendingnya, ada lagon-lagon (lagu-lagu) jawa, syair-syairnya,” jelas dia.

Bupati Lumajang: Cari! Beri Klarifikasi

Sebelumnya, viral di media sosial video seorang pemuda membuang dan menendang sesajen di sekitar Gunung Semeru.

Dalam video tersebut, pelaku menyatakan bahwa tindakan memberikan sesajen dapat membuat Allah murka.

Akibat viralnya video tersebut Thoriqul Haq Bupati Lumajang menginstruksikan untuk mencari pria tersebut.

“Kami instruksikan kepada Aparat Penegak Hukum, relawan untuk mencari. Siapa pria tersebut, dari mana asalnya dan saya minta untuk dapat memberi klarifikasi. Ini jangan terlalu lama, karena bisa mengganggu kami dengan keberagaman kami dan hidup berdampingan kami dari dulu,” kata cak Thoriq kepada awak media.

Penulis: Muhammad Nurseha

Editor Muhammad Nurseha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.