Wujud Perhatian Kepada Atlet, KONI Semarang Cari ‘Bapak Asuh’

  • Bagikan
Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum KONI Semarang, saat kegiatan perkenalan KONI dengan para pengusaha. Foto: Rezanda Akbar D/Lingkar.co
Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum KONI Semarang, saat kegiatan perkenalan KONI dengan para pengusaha. Foto: Rezanda Akbar D/Lingkar.co

SEMARANG, Lingkar.co – Komite Olahraga Nasional Indonesian (KONI) Kota Semarang, menggandeng para pihak swasta untuk ikut memperhatikan atlet di Semarang.
 
Ketua Umum KONI Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara, menyampaikan hal tersebut usai acara Pengenalan KONI Kepada Pengusaha, di Hotel Golden City, Rabu (22/9/2021).
 
“Kami harapannya, agar para pengusaha dan pelaku Industri mengendal dan peduli dengan dunia olahraga. Syukur-syukur mereka mau menjadi bapak asuh bagi para atlet,” ucapnya.
 
Ia menambahkan, bahwa Bapak Asuh ini berbentuk kolaborasi dan sinergi, dari para pihak swasta atau para pengusaha.
 
“Dukungan ini tidak harus berbentuk nominal, tapi apa yang bisa dikerjakan bersama dan sinergi dalam memberi perhatian kepada teman-teman atlet,” ucapnya.
 
Ia mencontohkan bahwa dukungan bisa dalam bidang akademis, seperti pemberian beasiswa untuk atlet-atlet yang berprestasi.
 
“Untuk perusahaan korporasi bisa mungkin mengajak atlet yang potensial untuk magang ataupun pemberian pekerjaan,” tambahnya.
 

Baca Juga:
PON XX Papua, KONI Jateng Target 45 Emas

GANDENG PENGUSAHA


Selain itu, ia juga mengajak para pengusaha untuk membuat kejuaraan-kejuaraan secara rutin, agar kemampuan dari atlet terasah.
 
“Dari event-event kejuaraan itu juga berpotensi memunculkan para bibit-bibit atlet, mungkin saat ini banyak di masyarakat namun kalau tidak terlihat juga sama saja,” terangnya.
 
Wakil Ketua Umum IV Kota Semarang, Lilik Purno Putranto, membeberkan akan ada perubahan sistem yang berjalan secara mandiri. Hal tersebut untuk menunjang olahraga di Semarang agar tidak selalu bergantung dengan dana hibah.
 
“Ini kita coba untuk keluarkan ke publik, dimana ternyata minat masyarakat dari sisi akademisi dan lainnya banyak, bahkan di Kota Semarang olahraga juga banyak yang dibiayai dengan pihak ketiga,” katanya.
 
Namun pembiayaan pihak ketiga, menurutnya masih kurang terkoordinasi. Sehingga pembiayaan tersebut hanya berpusat kepada olahraga unggulan atau yang banyak peminat saja.
 
“Dengan adanya wadah ini, saya mau mengusahakan semua cabor bisa dikelola dengan baik dan merata. Intinya, kita wadahi,” ucapnya.
 
Penulis : Rezanda Akbar D.
Editor : Nadin Himaya

  • Bagikan
error: Ijin Dulu baru Copas BOSS !!