1.757 Suspek Campak di Jateng Awal 2026, Lima Daerah Masuk Indikasi KLB

Ilustrasi - Campak. Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 1.757 kasus suspek campak tersebar di 35 kabupaten/kota selama periode Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, lima daerah masuk dalam indikasi Kejadian Luar Biasa (KLB), yakni Cilacap, Klaten, Pati, Brebes, dan Kudus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jateng, Heri Purnomo, menjelaskan bahwa meskipun jumlah suspek cukup tinggi, tren penularan kini mulai menurun setelah sempat melonjak pada awal tahun.

“Sampai akhir Maret 2026 ada 1.757 suspek campak di 35 kabupaten/kota. Tren kenaikan terlihat pada Januari, kendati demikian kini mulai menurun. Untuk kasus yang terkonfirmasi positif campak di Jawa Tengah totalnya ada 114 kasus,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia merinci, jumlah suspek terbanyak ditemukan di Kudus dengan 228 kasus, diikuti Brebes 126 kasus, dan Banyumas sebanyak 120 kasus. Sementara itu, kasus positif terbanyak tercatat di Cilacap dengan 21 kasus, Pati 18 kasus, dan Banyumas 14 kasus.

Meski terjadi lonjakan kasus, Heri memastikan hingga kini belum ada laporan kematian akibat campak di wilayah Jawa Tengah.

“Memang peningkatan kasus paling tinggi itu di bulan Januari. Namun, sampai saat ini belum ada laporan pasien yang sampai meninggal dunia,” jelasnya.

Untuk menekan penyebaran, Dinkes Jateng terus menggencarkan pelacakan kasus serta pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah terdampak. Selain itu, investigasi epidemiologi dilakukan guna menelusuri kontak erat pasien, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.

“Pencegahan dilakukan agar tidak terjadi penularan lebih banyak lagi dan memastikan semua sasaran imunisasi mendapatkan dosis secara lengkap. Jika ada yang tidak lengkap, maka kita ORI atau imunisasi lagi. Pasien yang terkonfirmasi positif juga diminta menjalani isolasi mandiri selama tujuh hari,” tambah Heri.

Ia juga mengimbau pemerintah kabupaten/kota untuk memperluas cakupan imunisasi serta memperkuat deteksi dini. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak, seperti munculnya bintik merah pada kulit.

“Ketika ada yang terkena gejala dengan bintik-bintik merah dan seterusnya, segera dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan penanganan dan diisolasi agar virus tidak menyebar ke orang lain,” pungkasnya.

Penulis: Putri Septina