40 Ruas Jalan di Sragen Rusak, 11 Titik Darurat

  • Bagikan
PARAH: Salah satu titik ruas jalan rusak di wilayah Kabupaten Sragen. (MUKHTARUL HAFIDZ/KORAN LINGKAR JATENG)
PARAH: Salah satu titik ruas jalan rusak di wilayah Kabupaten Sragen. (MUKHTARUL HAFIDZ/KORAN LINGKAR JATENG)

SRAGEN, Lingkar.co- Sebanyak 40 titik ruas jalan di jalur Kabupaten Sragen mengalami kerusakan. Bahkan, dari jumlah itu, kerusakan 11 ruas jalan berada pada titik darurat.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen Albert Pramono Susanto mengatakan, pada awal 2021 setidaknya terdapat 40-an ruas jalan kabupaten yang rusak akibat hujan yang terus mengguyur. Kondisi itu semakin parah karena usia jalan yang sudah lama.

Ads Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022

 “Sesuai data base, kerusakan jalan ada 40-an titik. Kemudian yang darurat karena kena hujan dan banjir itu ada 11 ruas jalan. Kerusakan jalan karena belum ada peningkatan kelas jalan,” kata Albert Pramono Susanto.

Albert menjelaskan, setidaknya ada beberapa titik ruas jalan yang kerusakan masuk kategori berat, yakni ruas jalan yang berada di Kecamatan Sragen Kota, Miri, dan Kalijambe. Selain itu ia mengatakan parahnya kerusakan pada ruas jalan tersebut di sebabkan usia jalan sudah lebih dari 5 tahun.

 “Beberapa ruas jalan sering rusak. Yakni Kecamatan Sragen Kota, Miri, dan Kalijambe. Kemudian, di sebelah selatan Karangmalang. Kalau yang pekerjaan lima tahun ini kebanyakan masih baik semua. Kalaupun ada yang rusak, masih bisa diperbaiki karena lobang kecil,” imbuhnya.

Sementara itu, dengan adanya pandemi Covid-19 anggaran perbaikan menurun menjadi Rp 5.7 miliar. Kendati demikian Albert memprediksikan dari total anggaran yang ada hanya akan bisa melakukan perawatan selama 6 bulan di 2021.

Sementara, Huriyanto (28) warga Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen mengungkapkan beberapa ruas jalan kabupaten maupun provinsi semakin rusak parah. Seperti yang terjadi di ruas jalan Provinsi jalan Solo-Purwodadi.

 “Semakin hari semakin parah meski sudah ada perawatan tambal sulam, enggak di guyur hujan lagi ya sudah rusak lagi. Dan ini lebih parah yang ada di jalur provinsi kini semakin parah,” ungkap dia.

Selain itu dirinya meminta kepada pemerintah provinsi untuk bisa sesegera mungkin melakukan perbaikan. Mengingat jalan merupakan sarana utama masyrakat yang paling penting dari pada dengan program unggulan lainya.  

“Jalan ini fasilitas utama masyarakat, yang seharusnya bisa dinikmati orang banyak,” tandasnya. (fid/one)

Sumber: Koran Lingkar Jateng

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.