Kapolri Sebut 100 Ton Jagung Hasil Program Polri Diekspor ke Malaysia

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara panen raya jagung serentak di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Istimewa.

Lingkar.co – Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan sebanyak 100 ton jagung hasil program ketahanan pangan Polri akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri panen raya jagung serentak dan peletakan batu pertama (groundbreaking) 10 gudang ketahanan pangan Polri bersama Presiden Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026).

“Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat,” ujar Sigit.

Menurut dia, ekspor dilakukan melalui skema koperasi yang membeli hasil panen petani dengan harga Rp6.500 per kilogram.

Jagung tersebut kemudian dipasarkan ke Malaysia dengan harga Rp7.000 per kilogram.

“Adapun koperasi membeli dari petani seharga Rp 6.500 per kilogram dan dijual ke Malaysia dengan harga Rp 7.000 per kilogram,” kata Sigit.

Ia menjelaskan mekanisme tersebut memberikan margin keuntungan sebesar Rp500 per kilogram.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga memaparkan capaian program ketahanan pangan Polri sepanjang 2025.

Menurut Sigit, Polri telah merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 661.112 hektare dengan total hasil panen mencapai 3,9 juta ton.

“Hal ini juga turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional tahun 2025 sebesar 6,74 persen atau 1,8 juta ton,” ujarnya.

Sigit menambahkan, pada panen raya kuartal II/2026 yang digelar serentak, luas lahan panen mencapai 189.760 hektare dengan potensi produksi sekitar 1,23 juta ton.

Penulis: Putri Septina